News / Nasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 13:07 WIB
Ilustrasi Jalur mudik pantura Karawang. (Antara)
Baca 10 detik
  • PJN 1 Jawa Tengah mengakselerasi kesiapan jalur mudik utama Losari hingga perbatasan Jawa Barat untuk kenyamanan pemudik.
  • Fokus utama perbaikan ada di Dermojaya (Flyover Klonengan) yang menghubungkan pemudik dari Jakarta ke Jawa Tengah selatan.
  • Pelebaran jalan 9 km di Dermojaya akan rampung Maret 2027, dilengkapi rekayasa *one way* situasional dan DRU siaga.

Suara.com - Kementerian PU melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) 1 Provinsi Jawa Tengah sedang mengakselerasi kesiapan jalur utama mudik guna menjamin kenyamanan para pelancong.

Kepala Satker PJN 1 Jawa Tengah, M Sidik Hidayat, memaparkan strategi penanganan jalan nasional yang membentang dari wilayah Losari hingga perbatasan Jawa Barat.

Fokus utama saat ini tertuju pada persimpangan Dermojaya atau yang lazim dikenal masyarakat sebagai kawasan Flyover Klonengan.

Lokasi tersebut menjadi primadona sekaligus titik krusial bagi arus kendaraan dari arah Jakarta yang hendak menuju wilayah selatan Jawa Tengah.

"Lokasi ini sangat krusial karena merupakan arus utama bagi pemudik dari Jakarta yang menuju ke arah Selatan Jawa Tengah," ujar Sidik di Posko Kementerian PU di Klonengan, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan data teknis, wilayah kerja PJN 1 mencakup bentang jalan sepanjang 462 kilometer yang meliputi lintas Tegal, Slawi, hingga Wangon.

Jalur ini merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan pemudik menuju kota-kota besar di wilayah selatan.

"Menghubungkan pemudik ke kota-kota seperti Cilacap, Purwokerto, Banyumas, Kebumen, Purworejo, hingga Yogyakarta," papar Sidik lagi.

Pihak PJN 1 saat ini sedang melaksanakan perbaikan dan pelebaran jalan di daerah Dermojaya sepanjang 9 kilometer, yang juga dilengkapi dengan sistem saluran irigasi.

Baca Juga: Dukung Kemudahan Masayrakat, BRI Siapkan 175 Armada Bus untuk Mudik Gratis 2026

Proyek strategis pada ruas Tegal - Slawi - Dermojaya - Wangon tersebut diproyeksikan bakal rampung sepenuhnya pada Maret 2027.

Untuk memitigasi kepadatan di jalur yang hanya terdiri dari dua lajur tersebut, skema rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nantinya akan diberlakukan secara situasional selama arus mudik.

Tak hanya pembangunan fisik, kesiapsiagaan tanggap darurat juga diperkuat dengan penyiapan Disaster Relief Unit (DRU) di titik-titik strategis.

Satker PJN 1 bahkan telah menyiagakan sedikitnya 1.300 sak aspal jenis cold mix untuk melakukan penambalan lubang secara kilat di berbagai titik rawan.

Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir hambatan bagi para pengendara yang melintasi jalur tengah dan selatan Jawa Tengah.

Load More