Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 12 Maret 2026 | 20:35 WIB
Sherona Shng, Regional Vice President Operations Asia Langham Hospitality Group. (dok. ist)
Baca 10 detik
  • Indonesia Tourism Xchange 2026 akan diadakan 12 Mei 2026 di Jakarta untuk membahas masa depan sektor pariwisata.
  • Forum ini menyoroti pergeseran konsep kemewahan menjadi pengalaman budaya mendalam dan investasi cerdas.
  • Diskusi juga mencakup tren baru seperti branded residences serta topik teknologi dan keberlanjutan industri.

Suara.com - Industri pariwisata Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman perjalanan yang lebih personal dan autentik. Di tengah dinamika tersebut, hadir sebuah forum industri baru bernama Indonesia Tourism Xchange 2026 (ITX 2026) yang akan mempertemukan para pelaku utama sektor pariwisata dan perhotelan untuk membahas arah masa depan industri ini.

Edisi perdana forum ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026 di The Langham, Jakarta, dan akan menghadirkan pemilik hotel, operator hospitality, investor, hingga pengambil keputusan dari berbagai wilayah di Indonesia.

ITX 2026 dirancang sebagai ruang diskusi strategis yang mencerminkan karakter pariwisata Indonesia yang beragam—mulai dari kekayaan budaya hingga potensi destinasi wisata yang terus berkembang. Forum ini juga akan membahas bagaimana industri pariwisata menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan wisatawan modern.

Ketika Kemewahan Tak Lagi Sekadar Fasilitas

Salah satu topik utama dalam forum ini adalah evolusi konsep hospitality luxury di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, wisatawan kelas premium tidak lagi sekadar mencari hotel mewah, tetapi pengalaman yang lebih bermakna dan terhubung dengan karakter destinasi.

Sherona Shng, Regional Vice President Operations Asia Langham Hospitality Group, menilai bahwa konsep kemewahan di Indonesia kini semakin ditentukan oleh kedalaman pengalaman budaya.

“Wisatawan luxury yang datang ke Indonesia tidak mencari replika hotel global. Mereka mencari makna, konteks, dan pengalaman yang mencerminkan karakter destinasi,” ujarnya.

Menurut Sherona, brand hospitality yang berhasil adalah mereka yang mampu memahami kompleksitas budaya lokal dan menghadirkannya dalam pengalaman yang terasa personal bagi tamu.

Peluang Investasi Pariwisata yang Lebih Cerdas

Baca Juga: Tak Sebatas Sektor Otomotif, IIMS 2026 Gerakkan Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif

Selain membahas tren wisatawan, ITX 2026 juga akan mengulas kinerja industri hotel serta peluang investasi pariwisata Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Matt Gebbie, Director – Pacific Asia Horwath HTL, menyoroti bahwa pertumbuhan pariwisata Indonesia harus diiringi strategi investasi yang tepat.

“Peluang Indonesia bukan sekadar soal pertumbuhan—melainkan pertumbuhan yang cerdas,” kata Gebbie.

Ia menjelaskan bahwa hotel kelas upper-upscale hingga luxury kini menghadapi ekspektasi yang semakin tinggi, baik dari sisi performa bisnis, pengembalian investasi, maupun diferensiasi konsep.

Karena itu, pemahaman mendalam tentang destinasi, segmen wisatawan, dan konsep properti menjadi faktor penting bagi investor maupun operator hotel.

Tren Baru: Branded Residences dan Gaya Hidup

Load More