- Kementerian Pariwisata menyatakan pariwisata Bali stabil meski ada dinamika geopolitik global per 4 Januari 2026.
- Data menunjukkan tingkat hunian hotel di Badung dan Gianyar terjaga, dengan mayoritas hotel 41-80 persen terisi.
- Pemerintah terus memantau situasi internasional sekaligus memperkuat strategi pemasaran untuk menjaga kinerja pariwisata.
Suara.com - Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa kondisi pariwisata di Bali dalam beberapa minggu terakhir tetap berada dalam kondisi stabil meskipun situasi geopolitik global, termasuk dinamika di Timur Tengah, menjadi perhatian dunia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi internasional secara cermat, khususnya terkait potensi dampaknya terhadap mobilitas wisatawan global.
Namun demikian, berdasarkan data yang dihimpun kementerian dari industri per 4 Januari 2026, aktivitas pariwisata di Bali masih berjalan baik dan tingkat hunian hotel tetap berada pada level yang terjaga.
Di Kabupaten Badung yang menjadi pusat utama pariwisata Bali, sekitar 52 persen hotel tercatat memiliki tingkat hunian pada kisaran 41–69 persen. Sementara itu, sekitar 36 persen hotel berada pada tingkat hunian 70–80 persen.
Sementara di Kabupaten Gianyar, sekitar 53,8 persen hotel berada pada tingkat hunian 41–69 persen. Kemudian 23,1 persen hotel tercatat memiliki tingkat hunian pada kisaran 70–80 persen, dan sebagian kecil properti mencapai tingkat hunian 81–100 persen.
“Situasi global tentu kami pantau dengan sangat serius. Namun data di lapangan menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada pada kondisi yang stabil, dengan tingkat hunian hotel yang tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dipercaya dan diminati wisatawan dunia,” ujar Widiyanti.
Pemerintah, kata dia, juga terus melakukan koordinasi dengan pelaku industri pariwisata serta memperkuat strategi pemasaran di berbagai pasar utama guna menjaga kinerja sektor pariwisata nasional.
Kementerian Pariwisata optimistis bahwa dengan daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri, Indonesia tetap berada pada posisi yang kuat sebagai destinasi pilihan wisatawan global di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Baca Juga: Hormuz Terblokade: Harga Minyak Brent Melonjak ke 83 Dolar AS
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat