Lifestyle / Relationship
Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:45 WIB
Teman Bumil & Parenting Adakan Bukber Komunitas untuk Menguatkan Keharmonisan Rumah Tangga (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Psikolog menekankan bahwa keharmonisan perlu dipelihara melalui komunikasi, empati, dan menyeimbangkan peran orang tua dan pasangan.
  • Pandangan spiritual Islam melihat pernikahan sebagai komitmen ibadah, di mana saling mendukung menuju kebaikan menjadi fokus utama.
  • Kegiatan Teman Bumil menguatkan pasangan suami istri tentang pentingnya keseimbangan nilai spiritual dan kesehatan emosional demi keluarga harmonis.

“Sedekah yang paling tinggi nilainya adalah sedekah kepada istri dan anak. Setelah itu baru kepada ibu atau saudara lainnya. Tetapi jika ada rezeki berlebih, istri juga perlu ikhlas ketika suami berbagi kepada orang tuanya,” jelasnya.

Bulan Ramadan sering kali menjadi momen refleksi yang tepat bagi pasangan untuk kembali memperkuat hubungan tersebut. Selain meningkatkan hubungan spiritual dengan Tuhan, Ramadan juga dapat menjadi waktu untuk memperbaiki komunikasi, memperbanyak kebersamaan, serta saling mengingatkan dalam kebaikan di dalam keluarga.

Nilai-nilai spiritual seperti kesabaran, empati, dan saling memaafkan yang ditekankan selama Ramadan dapat membantu pasangan membangun hubungan yang lebih harmonis. 

Ketika spiritualitas dan kesehatan emosional berjalan beriringan, keluarga tidak hanya menjadi tempat tinggal bersama, tetapi juga menjadi ruang yang aman dan penuh kasih bagi setiap anggotanya.

Menguatkan

Keharmonisan Rumah Tangga melalui Nilai-nilai Spiritual dan Psikologis

Semangat inilah yang juga diangkat dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Teman Bumil & Parenting melalui acara bertema “Ramadan Pertama KITA: Keluarga Islami Penuh Cinta”. 

Dalam suasana hangat bulan Ramadan, acara buka puasa bersama tersebut menghadirkan puluhan pasangan suami istri dari komunitas Teman Bumil untuk berbagi inspirasi tentang membangun keluarga yang harmonis.

Acara ini menghadirkan dua narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi, yaitu pendekatan spiritual dari ustaz Encep Sehabudin dan sudut pandang psikologis dari Ayoe Sutomo. 

Baca Juga: Evolusi Doa: Saat Saya Berhenti Meminta Dunia dan Mulai Meminta Ketenangan

Para peserta tidak hanya mendapatkan tausiyah dan diskusi inspiratif, tetapi juga kesempatan untuk saling berbagi pengalaman tentang dinamika kehidupan pernikahan.

Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan momen refleksi yang hangat melalui sesi “Ngabubucin” atau ngabuburit sambil berbagi ungkapan cinta. 

Dalam sesi tersebut, para pasangan saling menyampaikan pesan singkat untuk pasangan mereka, mengenang momen berharga dalam perjalanan pernikahan mereka.

Product Manager Teman Bumil & Parenting, Intan Anindyana Hapsari, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu para ibu dan pasangan memahami pentingnya keseimbangan antara nilai spiritual dan kesehatan emosional dalam keluarga.

“Melalui kegiatan ini, Teman Bumil & Parenting berharap para ibu dapat semakin memahami bahwa membangun keluarga harmonis membutuhkan keseimbangan antara nilai spiritual dan kesehatan emosional. Dengan fondasi yang kuat, keluarga tidak hanya menjadi tempat pulang yang nyaman, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi setiap anggota keluarga,” ujarnya.

Melalui kegiatan seperti ini, pasangan diingatkan kembali bahwa keharmonisan rumah tangga tidak hanya dibangun melalui cinta, tetapi juga melalui komunikasi, komitmen, serta nilai spiritual yang menjadi penuntun dalam menjalani kehidupan bersama. 

Load More