Lifestyle / Komunitas
Senin, 16 Maret 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi pawai obor di malam takbiran Idul Fitri. [Ist]

Suara.com - Momen Idulfitri yang akan dalam hitungan hari bakal dirayakan semarak dengan takbiran.

Anak-anak hingga orang dewasa berkumpul dan berkeliling perkampungan hingga perkotaan sembari melantunkan lafal takbir.

Sayang di balik eforia, tak jarang bacaan takbiran sering salah terucap.

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah mengucapkan lafal 'walillah hil hamd' menjadi 'walilah ilham'.

Adapun salah pengucapan tersebut tentu menghilangkan esensi dari takbiran karena makna lafal akan menjadi berbeda.

Lantas, bagaimana bacaan takbiran sesuai tuntunan?

Seperti apa tuntunan takbiran di malam Idulfitri yang diutamakan oleh syariat Islam?

Keutamaan takbiran di malam Idulfitri

Sebelum menilik bacaan takbiran sesuai tuntunan, penting untuk resapi betapa syahdu suasana malam Idulfitri.

Baca Juga: 5 Tempat Makan 'Legend' Sepanjang Pantura: Wajib Mampir Kala Mudik 2026

Gema takbir bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan.

Ia adalah ekspresi syukur yang luar biasa atas kekuatan yang Allah berikan untuk menyelesaikan ibadah puasa.

Mengumandangkan takbir di malam ini memiliki keutamaan sebagai syiar Islam yang menghidupkan hati.

Dalam tradisi Islam, malam "Lebaran" adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

Rasulullah menyebutkan bahwa hati seseorang yang menghidupkan malam Idulfitri tidak akan mati di saat hati manusia lainnya layu.

"Ada lima malam di mana doa tidak akan ditolak: awal malam bulan Rajab, malam Nisfu Sya'ban, malam Jumat, malam Idulfitri, dan malam Iduladha," bunyi hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dan Imam Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus.

Load More