Hadis ini menegaskan bahwa malam takbiran bukan hanya tentang suara, tapi tentang permohonan yang tulus karena Allah sedang memberikan perhatian khusus kepada hamba-Nya.
Takbiran menjadi jembatan spiritual yang mengubah rasa lelah berpuasa menjadi energi kebahagiaan yang suci.
Malam takbiran adalah momen saat umat Muslim merayakan kemenangan melawan hawa nafsu, bukan dengan pesta pora, melainkan dengan mengagungkan nama Sang Pencipta secara bersama-sama dalam harmoni yang menyejukkan jiwa.
Lafal takbiran Idulfitri yang lengkap dengan artinya
Adapun kala Idulfitri dan Iduladha ada dua macam lafal takbiran, yakni lafal pendek dan lafal panjang.
Berikut lafal pendek dan panjang beserta artinya.
- Lafal pendek
"Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd."
Arti dari lafal tersebut tak lain adalah "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah."
- Lafal panjang
"Allahu akbar kabiira, walhamdu lillahi katsiira, wasubhanallahi bukratan wa ashiila. La ilaha illallahu wala na’budu illa iyyahu mukhlishina lahuddin walau karihal kafirun. La ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundahu wahazamal ahzaba wahdah. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd."
Baca Juga: 5 Tempat Makan 'Legend' Sepanjang Pantura: Wajib Mampir Kala Mudik 2026
Arti dari lafal tersebut yakni "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan agama bagi-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya."
"Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, yang menepati janji-Nya, membantu hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah."
Makna terdalam dari takbiran
Takbiran bukan sekadar lantunan kalimat tayyibah yang berulang, melainkan sebuah deklarasi kerendahan hati.
Saat umat Muslim meneriakkan "Allahu Akbar", mereka secara sadar sedang mengecilkan ego dan segala kesombongan yang mungkin sempat tumbuh selama setahun terakhir.
Makna terdalamnya adalah pengakuan bahwa setelah sebulan penuh berupaya menjadi hamba yang lebih baik.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
5 Tempat Makan 'Legend' Sepanjang Pantura: Wajib Mampir Kala Mudik 2026
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
Daftar Cabang BRI Riau, Kepri, dan Sumsel yang Tetap Beroperasi Saat Idulfitri
-
Bahaya Abaikan Kondisi Ban Saat Mudik Lebaran Bridgestone Siapkan Layanan Cek Gratis
-
Ucapan 'Mohon Maaf Lahir dan Batin' saat Idulfitri: Benarkah Selalu Tulus?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban
-
Mengapa Membuat Kerajinan dari Kain Bekas Bisa Membantu Memahami Krisis Lingkungan?
-
Jadwal Piala Dunia 16-17 Juni 2026 sesuai WIB, Ada Prancis dan Argentina
-
Parfum Fres yang Paling Wangi dan Tahan Lama Warna Apa? Ini 3 Varian Favorit dengan Ulasan Positif
-
16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah
-
Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?
-
Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?
-
Doa Tahun Baru Islam Dibaca Jam Berapa? Simak Waktu Terbaik Menyambut 1 Muharram
-
Tren Wisata Gen Z 2026: Tak Lagi Cari Hotel Mewah, Fokus Pengalaman Lokal
-
Apakah Boleh Jadi Mualaf karena Menikah? Begini Hukumnya dalam Islam