Lifestyle / Female
Rabu, 18 Maret 2026 | 12:39 WIB
Nurul Sarifah, Aktivis Kpop4Planet yang Ukir Sejarah di National Geographic 33. (Dok. Kpop4Planet)
Baca 10 detik
  • Aktivis Nurul Sarifah, WNI pertama, masuk daftar National Geographic 33 (NG33) 2026 karena pengaruhnya.
  • Ia mendirikan Kpop4Planet bersama Hyekyeong Kim untuk mengajak penggemar K-pop aksi iklim sejak 2021.
  • Gerakan ini berhasil menekan Hyundai menghentikan pembelian aluminium batu bara melalui kampanye Drop Coal.

Suara.com - Nama Nurul Sarifah bagi banyak orang mungkin terdengar asing. Tapi nama itu kini masuk dalam radar dunia.

Aktivis lingkungan sekaligus penggemar K-pop asal Indonesia ini terpilih dalam daftar National Geographic 33 (NG33) 2026, yang menyoroti individu berpengaruh dalam menciptakan masa depan lebih baik.

Ia menjadi Warga Negara Indonesia pertama yang masuk dalam daftar tersebut, sejajar dengan tokoh global seperti Harrison Ford dan Stella McCartney.

Pengakuan ini tidak datang tiba-tiba. Bersama Hyekyeong Kim, Nurul membangun Kpop4Planet, sebuah gerakan global yang mengajak penggemar K-pop untuk terlibat dalam aksi iklim. Sejak diluncurkan pada 2021, gerakan ini telah melibatkan lebih dari 85.000 partisipan dari lebih 80 negara.

Nurul Sarifah, Aktivis Kpop4Planet yang Ukir Sejarah di National Geographic 33. (Dok. Kpop4Planet)

Lewat Kpop4Planet, Nurul membuktikan bahwa fandom bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga bisa menjadi kekuatan kolektif untuk mendorong perubahan. Ia menggabungkan energi komunitas penggemar dengan isu krisis iklim yang semakin mendesak.

Salah satu kampanye paling menonjol adalah Hyundai, Drop Coal. Kampanye ini berhasil menekan Hyundai Motor untuk membatalkan kerja sama pembelian aluminium yang berkaitan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia. Aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana tekanan publik, termasuk dari penggemar, dapat memengaruhi keputusan korporasi besar.

Selain itu, Nurul juga mendorong kampanye K-pop Carbon Hunters yang mengusung ide konser K-pop berbasis energi terbarukan. Inisiatif ini memperluas peran industri hiburan dalam transisi menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.

“Penghargaan ini membuktikan bahwa penggemar K-pop tiada henti memperjuangkan masa depan mereka dari memburuknya krisis iklim. Para penggemar telah berhasil menekan perusahaan besar seperti Hyundai untuk menghentikan penggunaan batu bara,” ujar Nurul.

Kini, langkahnya berlanjut. Melalui kampanye Hana, Bring K-pop Not Coal, ia mendorong Hana Bank untuk menghentikan pendanaan proyek nikel berbasis batu bara di Pulau Obi. Kampanye ini melibatkan ribuan penggemar K-pop Indonesia yang menuntut praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Baca Juga: Saat Aktivis HAM Diteror, Kita Diingatkan oleh Film A Taxi Driver

“Para penggemar menuntut agar Hana Bank berhenti membiayai PLTU batu bara di negara-negara seperti Indonesia yang berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” katanya.

Perjalanan Nurul menunjukkan satu hal,  di tangan generasi muda, bahkan komunitas penggemar pun bisa menjadi kekuatan global. Dari ruang fandom, ia berhasil membawa isu iklim ke panggung dunia, dan mendorong perubahan nyata.

Load More