Lifestyle / Male
Kamis, 19 Maret 2026 | 16:23 WIB
Michael Bambang Hartono, pemilik Djarum (Antara)
Baca 10 detik
  • Michael Bambang Hartono, pemilik Djarum Group, meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura.
  • Kekayaan utamanya berasal dari Djarum Group, lalu diperkuat setelah mengakuisisi saham mayoritas BCA.
  • Ia juga aktif dalam bridge pada gelaran Asian Games 2018 Jakarta hingga meraih medali perunggu.

Suara.com - Michael Bambang Hartono, pemilik Djarum Group tutup usia pada 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura.

Semasa hidupnya, Michael Bambang Hartono juga dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Di usia 86 tahun, Taipan ini meninggalkan kekayaan fantastis dari berbagai lini bisnis yang dibangunnya.

Seiring dengan kabar duka ini, publik mulai mencari tahu berapa kakayaan Michael Bambang Hartono hingga berhasil berada di jajaran orang terkaya. Simak informasi berikut ini.

Kekayaan Michael Bambang Hartono

Menurut data Forbes per 19 Maret 2026, kekayaan pribadi Michael tercatat US$17,5 miliar (sekitar Rp280 triliun dengan kurs Rp16.000 per dolar).

Bersama adiknya Robert Budi Hartono, total kekayaan keluarga sempat mencapai US$43,8 miliar pada akhir 2025, menjadikan mereka nomor satu di daftar Indonesia’s 50 Richest selama bertahun-tahun.

Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index, sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di sektor perbankan dan manufaktur.

Kekayaan Michael berasal dari industri rokok kretek melalui Djarum Group yang didirikan ayahnya tahun 1951. Setelah pabrik terbakar dan ayah meninggal tahun 1963, Michael dan Robert membangun kembali usaha itu hingga menguasai 14-20% pasar kretek nasional serta mendominasi ekspor ke Amerika Serikat.

Djarum merupakan salah satu produsen rokok terbesar di dunia yang operasionalnya mencakup produksi skala besar hingga jaringan distribusi yang luas.

Baca Juga: Michael Bambang Hartono Punya Anak Berapa? Ini Fakta Keluarga Bos Djarum

Titik balik terbesar dalam perjalanan kekayaannya terjadi pasca krisis keuangan Asia 1997-1998. Bersama adiknya, Robert Budi Hartono, Michael Bambang Hartono mengakuisisi saham mayoritas di PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Selain itu, kekayaannya juga berasal dari diversifikasi bisnis Polytron, perkebunan sawit ribuan hektare di Kalimantan, properti seperti Grand Indonesia Shopping Town, dan BCA Tower.

Ketua Federasi Bridge Asia Tenggara (SEABF), Michael Bambang Hartono saat menghadiri acara Pembukaan Liga Bridge Indonesia 2020 di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Mengutip laman Forbes, dalam IPO terbesar kedua di Indonesia pada 2022 lalu, Michael Bambang Hartono bersama Robert Budi Hartono mendaftarkan Global Digital Niaga yang memiliki raksasa e-commerce Blibli. Kakak beradik ini berhasil mengumpulkan dana sebesar 510 juta dolar AS.

Di balik angka kekayaan yang mencapai miliaran dolar AS tersebut, Bambang Hartono juga dikenal sebagai sosok yang bersahaja dan aktif di dunia olahraga, khususnya kartu bridge. Ia pernah mewakili Indonesia dalam Asian Games 2018 dan meraih medali perunggu.

Sosok bos Djarum ini juga dikenal sangat sederhana. Beberapa waktu lalu, ia pernah terlihat makan tahu pong di sebuah warung makan daerah Semarang.

Load More