Suara.com - Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan berbagai hidangan khas yang dinantikan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Di Indonesia, salah satu makanan yang hampir selalu hadir di meja makan saat Lebaran adalah ketupat.
Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda ini bukan sekadar sajian pelengkap opor ayam, rendang, atau sambal goreng hati. Ketupat memiliki makna budaya dan filosofi yang sangat dalam bagi masyarakat Indonesia.
Tradisi menyajikan ketupat saat Lebaran sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dilestarikan hingga sekarang.
Ketupat tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga sarat dengan pesan moral dan spiritual yang berkaitan dengan makna Idulfitri itu sendiri, yaitu kembali ke fitrah dan saling memaafkan.
Di berbagai daerah di Indonesia, ketupat bahkan menjadi bagian dari tradisi khusus yang dirayakan beberapa hari setelah Idulfitri, seperti tradisi "Lebaran Ketupat".
Hal ini menunjukkan bahwa makanan sederhana ini memiliki nilai sosial dan religius yang kuat dalam kehidupan masyarakat.
Lalu, bagaimana sebenarnya asal usul ketupat Lebaran dan mengapa makanan ini begitu identik dengan perayaan Idulfitri di Indonesia? Berikut penjelasannya.
Sejarah Ketupat
Sejarah ketupat di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Islam di Nusantara.
Banyak sejarawan menyebutkan bahwa tradisi ketupat mulai populer pada masa penyebaran Islam di Pulau Jawa pada abad ke-15 hingga ke-16.
Baca Juga: Promo Hypermart Hari Ini Edisi Lebaran 12 Maret 2026, Biskuit Kaleng dan Toples Diskon Besar
Ketupat sering dikaitkan dengan tokoh ulama besar dari Wali Songo, yaitu Sunan Kalijaga. Beliau dikenal sebagai ulama yang menyebarkan Islam dengan pendekatan budaya lokal agar masyarakat lebih mudah menerima ajaran agama.
Sunan Kalijaga diyakini memperkenalkan tradisi "Kupatan", yaitu perayaan yang dilakukan sekitar satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri.
Dalam tradisi ini, masyarakat membuat dan membagikan ketupat kepada tetangga dan kerabat sebagai simbol kebersamaan serta saling memaafkan.
Pendekatan budaya ini membuat Islam dapat diterima dengan lebih mudah oleh masyarakat Jawa pada masa itu. Ketupat pun kemudian menjadi bagian dari simbol perayaan Idulfitri yang terus diwariskan hingga sekarang.
Makna Filosofis Ketupat
Ketupat tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna simbolis yang dalam. Kata "ketupat" dalam bahasa Jawa sering dikaitkan dengan istilah "ngaku lepat", yang berarti mengakui kesalahan.
Makna ini sangat selaras dengan tradisi Idulfitri yang identik dengan saling memaafkan. Dengan menyajikan ketupat, masyarakat diingatkan untuk mengakui kesalahan dan membuka hati untuk meminta serta memberi maaf kepada sesama.
Selain itu, bentuk anyaman ketupat juga memiliki filosofi tersendiri. Anyaman daun kelapa yang rumit melambangkan berbagai kesalahan manusia dalam kehidupan.
Ketika ketupat dibelah, bagian dalamnya berwarna putih bersih, yang melambangkan hati yang kembali suci setelah memohon ampun kepada Tuhan.
Beras yang dimasak hingga padat di dalam ketupat juga menggambarkan kemakmuran dan harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah menjalani bulan Ramadan.
Tradisi Lebaran Ketupat di Berbagai Daerah
Di beberapa daerah di Indonesia, ketupat bahkan dirayakan dalam tradisi khusus yang dikenal sebagai "Lebaran Ketupat".
Tradisi ini biasanya dilaksanakan sekitar satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri, tepatnya pada tanggal 8 Syawal.
Tradisi ini sangat populer di daerah Jawa, Madura, Lombok, hingga sebagian wilayah Sumatra. Pada hari tersebut, masyarakat biasanya membuat banyak ketupat dan berbagai hidangan pendamping seperti opor ayam, sayur labu, atau sambal goreng.
Selain makan bersama keluarga, masyarakat juga sering berbagi makanan dengan tetangga sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur.
Di beberapa daerah bahkan diadakan acara doa bersama, kirab budaya, atau festival kuliner ketupat yang meriah.
Tradisi ini menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus melestarikan budaya lokal.
Ketupat sebagai Identitas Kuliner Lebaran
Seiring berjalannya waktu, ketupat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi identitas kuliner Lebaran di Indonesia. Hampir di setiap rumah, ketupat selalu disajikan bersama berbagai menu khas lainnya.
Ketupat biasanya disandingkan dengan hidangan berkuah santan seperti opor ayam, rendang, atau gulai. Teksturnya yang padat namun lembut membuatnya cocok untuk menyerap kuah dan bumbu dari berbagai masakan tersebut.
Menjelang Lebaran, penjual daun kelapa muda atau janur pun banyak bermunculan di pasar tradisional. Masyarakat membeli janur untuk dianyam menjadi ketupat yang kemudian dimasak bersama keluarga.
Bahkan saat ini, ketupat juga tersedia dalam bentuk praktis seperti ketupat plastik atau ketupat instan yang lebih mudah dibuat, meskipun banyak orang tetap memilih ketupat tradisional karena dianggap lebih autentik.
Ketupat bukan hanya sekadar makanan khas Lebaran, tetapi juga simbol budaya yang sarat makna bagi masyarakat Indonesia.
Dari sejarah penyebaran Islam hingga filosofi tentang pengakuan kesalahan dan kesucian hati, ketupat mencerminkan nilai-nilai penting dalam perayaan Idulfitri.
Tradisi ini juga menunjukkan bagaimana budaya dan agama dapat berpadu harmonis dalam kehidupan masyarakat.
Melalui ketupat, pesan tentang kebersamaan, saling memaafkan, dan rasa syukur terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Tidak heran jika hingga kini, ketupat tetap menjadi hidangan yang selalu hadir di meja makan saat Lebaran, sekaligus menjadi simbol hangatnya tradisi Idulfitri di Indonesia.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
10 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf yang Tulus saat Sungkem
-
15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 yang Sopan untuk Kolega dan Kenalan
-
35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Indonesia Penuh Makna, Siap Bikin Hati Bergetar
-
Lebaran Hari Jumat, Apakah Tetap Wajib Salat Jumat? Ini Penjelasannya
-
35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Singkat dan Artinya
-
Khotbah Jumat Saat Idulfitri: Makna Kembali ke Fitrah dan Menjaga Takwa
-
5 Tips Masak Semur Daging Empuk Tanpa Panci Presto untuk Lebaran
-
35 Ucapan Idulfitri Bahasa Inggris untuk Teman Luar Negeri dan Artinya
-
Cara Meminta Maaf saat Lebaran Bahasa Jawa yang Paling Halus dan Menyentuh
-
Ramadan Lebih Nyaman dengan Akses Air Minum Bersih dan Halal di Ruang Publik