- Mandi wajib setelah haid merupakan kewajiban syar'i bagi muslimah.
- Rukun utama mandi wajib ini meliputi niat spesifik dalam hati dan meratakan air suci ke seluruh tubuh tanpa penghalang.
- Tata cara meliputi niat, wudhu, menyela rambut, mengguyur tubuh dari kanan ke kiri, serta membersihkan area tertentu dengan wewangian.
Suara.com - Dalam ajaran Islam, kebersihan jasmani dan rohani merupakan bagian penting dari iman. Salah satu bentuk penyucian diri yang wajib dilakukan oleh kaum muslimah adalah mandi wajib setelah haid berakhir.
Saat darah haid sudah berhenti total, seorang muslimah harus segera mandi wajib agar terbebas dari hadas besar dan dapat kembali melaksanakan ibadah seperti shalat, puasa, serta hubungan suami-istri dengan sah.
Mandi wajib setelah haid bukan sekadar membersihkan badan secara fisik, melainkan juga mensucikan diri secara syar’i.
Tanpa mandi wajib, ibadah seorang wanita tidak diterima. Oleh karena itu, memahami bacaan niat, syarat, rukun, serta tata cara yang benar menjadi sangat penting.
Niat merupakan syarat utama yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Niat dilakukan di dalam hati saat mulai mengguyurkan air ke tubuh.
Bacaan Niat Mandi Wajib setelah Haid
Berikut lafal niat yang dianjurkan menurut ulama, terutama dalam mazhab Syafi’i yang banyak diikuti umat Islam Indonesia:
Baca Juga: Niat dan Tata Cara Mandi Sebelum Sholat Idulfitri, Perhatikan Urutannya
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar disebabkan haid secara fardhu karena Allah Ta’ala.”
Bacaan ini bisa diucapkan dalam hati atau dilafalkan dengan suara pelan.
Beberapa sumber fiqih menyebutkan variasi yang lebih ringkas seperti “Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi ta’ala”, namun versi lengkap di atas lebih sempurna karena menyebutkan “fardhan” (wajib) dan “minal haidhi” secara spesifik.
Syarat dan Rukun Mandi Wajib
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia
-
10 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf yang Tulus saat Sungkem
-
15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 yang Sopan untuk Kolega dan Kenalan
-
35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Indonesia Penuh Makna, Siap Bikin Hati Bergetar
-
Lebaran Hari Jumat, Apakah Tetap Wajib Salat Jumat? Ini Penjelasannya
-
35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Singkat dan Artinya
-
Khotbah Jumat Saat Idulfitri: Makna Kembali ke Fitrah dan Menjaga Takwa
-
5 Tips Masak Semur Daging Empuk Tanpa Panci Presto untuk Lebaran
-
35 Ucapan Idulfitri Bahasa Inggris untuk Teman Luar Negeri dan Artinya
-
Cara Meminta Maaf saat Lebaran Bahasa Jawa yang Paling Halus dan Menyentuh