Suara.com - Salat Idulfitri adalah ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam saat merayakan Hari Raya Idulfitri.
Ibadah ini dilaksanakan dua rakaat, umumnya secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka, kemudian dilanjutkan dengan khutbah.
Niat salat cukup dihadirkan di dalam hati. Melafalkannya hukumnya sunnah sebagai penuntun agar hati lebih fokus saat memulai ibadah.
Sebelum membahas tentang niat salat Idulfitri, ada baiknya bagi kita untuk mengetahui kapan waktu mengerjakan salat Idulfitri terbaik dan apa saja syarat sah serta ketentuan tempat pelaksanaannya.
Hukum dan Waktu Pengerjaan Salat Idulfitri
Hukum dasar ibadah pagi hari raya Idulfitri merupakan sunnah muakkadah bagi setiap penganut agama Islam.
Waktu pengerjaannya bermula semenjak matahari terbit menyingsing hingga masuknya batas awal ibadah Zhuhur.
- Batas awal pelaksanaan: Bermula tepat saat terbitnya matahari sekira setinggi satu tombak.
- Waktu paling utama: Berada pada seperempat hari pertama demi memberikan kelonggaran pembagian zakat fitrah.
- Batas akhir pengerjaan: Berakhir seketika tepat sesaat sebelum tergelincir matahari di tengah hari.
Syarat Sah dan Ketentuan Tempat Salat Idulftri
Persyaratan sah ibadah hari raya ini sama persis dengan aturan ibadah fardhu lima waktu pada umumnya.
Baca Juga: Salat Idulfitri Berapa Rakaat? Intip Waktu Pelaksanaan, Niat, dan Tata Caranya
Pemilihan lokasi yang tepat juga terbukti sangat memengaruhi tingkat kekhusyukan segenap jamaah. Berikut persyaratannya:
- Suci dari hadats: Wajib membersihkan kotoran melalui wudhu sebelum melangkah menuju area pelaksanaan.
- Menutup aurat dan rapi: Mengenakan pakaian sopan, harum, serta wajib menutupi aurat sesuai standar syariat Islam.
- Pemilihan tempat ideal: Sangat mengutamakan area tanah lapang terbuka atau masjid besar demi kemudahan menampung lautan manusia.
Niat Salat Idulfitri
Meski berjamaah lebih utama, salat Idulfitri juga tetap sah jika dikerjakan sendiri (munfarid) di rumah, misalnya karena terlambat datang ke lokasi shalat atau memiliki uzur tertentu. Melaksanakan salat Id sendirian tetap lebih baik daripada tidak melaksanakannya sama sekali.
Berikut niat salat Idulfitri sebagai makmum:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini ma’mûman lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku niat salat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
Berikut niat salat Idulfitri sebagai imam:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku niat salat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.
Sebagai catatan, salat Id tidak diawali dengan azan maupun iqamah. Biasanya hanya dikumandangkan seruan “ash-shalâtu jâmi‘ah” sebagai tanda salat akan segera dimulai.
Tata Cara Salat Idulfitri Rakaat Pertama
Setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, salat Id memiliki ciri khas berupa takbir tambahan. Pada rakaat pertama, jumlah takbir sunnah adalah tujuh kali.
Bacaan di Antara Takbir
Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca tasbih dan tahmid, di antaranya:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Atau:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Setelah tujuh kali takbir, bacalah Surah Al-Fatihah lalu dianjurkan melanjutkan dengan Surah Al-A‘la. Gerakan salat berikutnya seperti ruku’, sujud, dan duduk di antara dua sujud dilakukan sebagaimana salat pada umumnya.
Tata Cara Salat Idulfitri Rakaat Kedua
Saat berdiri untuk rakaat kedua, lakukan takbir tambahan sebanyak lima kali.
Takbir Lima Kali
Setiap takbir disunnahkan mengangkat tangan dan di sela-selanya membaca tasbih sebagaimana pada rakaat pertama.
Membaca Al-Fatihah dan Surat
Setelah selesai takbir kelima, bacalah Surah Al-Fatihah dan dianjurkan melanjutkannya dengan Surah Al-Ghâsyiyah. Setelah itu, lanjutkan gerakan salat hingga salam.
Catatan penting: Takbir tambahan (7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua) hukumnya sunnah. Jika terlupa, shalat Idul Fitri tetap sah.
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
5 Cara Mengatur Jadwal Silaturahmi Lebaran Agar Tidak Kelelahan
-
Panduan Sholat Jumat saat Idulfitri: Ketentuan Bagi Umat Muslim yang Sudah Sholat Id Tadi Pagi
-
Bacaan Niat Mandi Wajib setelah Haid dan Tata Caranya sesuai Sunnah
-
Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia
-
10 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf yang Tulus saat Sungkem
-
15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 yang Sopan untuk Kolega dan Kenalan
-
35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Indonesia Penuh Makna, Siap Bikin Hati Bergetar
-
Lebaran Hari Jumat, Apakah Tetap Wajib Salat Jumat? Ini Penjelasannya
-
35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Singkat dan Artinya
-
Khotbah Jumat Saat Idulfitri: Makna Kembali ke Fitrah dan Menjaga Takwa