Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 21 Maret 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi minta maaf, saling memaafkan saat Lebaran pakai bahasa Jawa. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Tradisi Lebaran di Indonesia, terutama Jawa, melibatkan permintaan maaf menggunakan bahasa Jawa bertingkat (krama inggil, madya, ngoko).
  • Bahasa Jawa Krama Inggil disarankan untuk orang lebih tua guna menunjukkan rasa hormat tinggi saat momen Idul Fitri.
  • Permintaan maaf tulus saat Lebaran perlu didukung gestur sopan, seperti kontak mata dan nada bicara yang lembut.

Suara.com - Momen Lebaran selalu identik dengan tradisi saling memaafkan. Tidak hanya sekadar berjabat tangan, tetapi juga mengucapkan permohonan maaf dengan tulus.

Di Indonesia, khususnya di Jawa, meminta maaf saat Lebaran memiliki nuansa tersendiri karena menggunakan bahasa Jawa yang dikenal dengan tingkat kesopanannya.

Bagi Anda yang ingin menyampaikan permintaan maaf dengan lebih berkesan, menggunakan bahasa Jawa bisa menjadi pilihan tepat. Berikut ini panduan lengkap cara meminta maaf saat Lebaran pakai bahasa Jawa, mulai dari yang halus hingga yang santai.

Ucapan Maaf Bahasa Jawa Halus (Krama Inggil)

Bahasa Jawa memiliki tingkatan, dan untuk momen Lebaran disarankan menggunakan krama inggil karena lebih sopan dan menghormati lawan bicara, terutama kepada orang tua atau yang lebih tua.

Contoh ucapan:

“Kula nyuwun pangapunten lahir lan batin.”
(Saya mohon maaf lahir dan batin)

“Menawi wonten lepat kula, kanthi andhap asor nyuwun pangapunten ingkang kathah.”
(Jika ada kesalahan saya, dengan rendah hati saya memohon maaf sebesar-besarnya)

“Mugi panjenengan kersa maringi pangapunten dhumateng kula.”
(Semoga Anda berkenan memberikan maaf kepada saya)

Ucapan ini cocok digunakan saat sungkeman atau bertemu orang tua, mertua, atau tokoh yang dihormati.

Baca Juga: Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Ucapan Maaf Bahasa Jawa Semi Formal (Krama Madya)

Jika Anda berbicara dengan orang yang lebih tua namun sudah cukup akrab, bisa menggunakan bahasa Jawa tingkat menengah.

Contoh:

“Kulo nyuwun ngapunten nggih, menawi wonten kalepatan.”
“Nyuwun pangapunten lahir batin, mugi sedoyo kalepatan saged dipun apura.”

Bahasa ini tetap sopan namun terasa lebih santai dibanding krama inggil.

Ucapan Maaf Bahasa Jawa Santai (Ngoko)

Untuk teman sebaya atau keluarga dekat, Anda bisa menggunakan bahasa Jawa ngoko yang lebih santai.

Contoh:

Load More