Makanan tinggi lemak diketahui dapat menyebabkan kram perut dan diare pada orang yang sensitif.
Hal ini dapat menjelaskan sifat pencahar yang mungkin dialami beberapa orang saat mengonsumsi produk santan dengan kandungan lemak lebih tinggi.
Mengonsumsinya dalam jumlah besar dapat menyebabkan perut terasa berat atau tidak nyaman. Beberapa orang bahkan mungkin mengalami reaksi alergi.
Selain itu, santan dapat memengaruhi kadar kolesterol, yang mungkin menjadi masalah bagi individu dengan kondisi terkait jantung.
Bagi orang yang menghadapi masalah seperti gangguan pencernaan, kolesterol tinggi, atau diabetes, membuat pilihan makanan yang bijak menjadi lebih penting lagi.
2. Menyebabkan Kenaikan Berat Badan yang Signifikan
Santan kelapa umumnya dapat ditoleransi dengan baik dan dianggap aman bagi kebanyakan orang jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Namun, karena kandungan kalori dan lemaknya yang tinggi, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Meskipun santan kelapa merupakan produk alami, reaksi yang merugikan terkadang dapat terjadi.
Baca Juga: 9 Makanan Pantangan Kolesterol Tinggi yang Wajib Dihindari usai Lebaran
Jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa setelah mengonsumsinya, segeralah cari pertolongan medis.
Disarankan juga untuk berkonsultasi dengan dokter Ayurveda atau penyedia layanan kesehatan Anda untuk mendapatkan panduan yang tepat.
3. Bisa Memicu Diare
Santan mengandung cukup banyak serat yang bisa membuat perut menghasilkan lebih banyak gas dan meningkatkan kerja usus.
Kondisi ini dapat membuat feses jadi lebih cair dan sulit memadat. Itulah sebabnya, setelah makan makanan bersantan dalam jumlah banyak, sebagian orang bisa mengalami gangguan pencernaan seperti diare.
Selain itu, tingginya kadar lemak dalam santan juga berpengaruh. Jika lemak tersebut tidak tercerna dan terserap dengan baik oleh tubuh, hal ini bisa menyebabkan feses menjadi encer atau memicu diare.
4. Menyebabkan Tubuh Kekurangan Kalsium
Jika dijadikan pengganti susu, santan bisa membuat asupan kalsium menjadi kurang.
Dalam satu cangkir (sekitar 240 mL), santan kelapa hanya mengandung sekitar 38,4 mg kalsium, atau sekitar 3% dari kebutuhan harian.
Sementara itu, susu sapi dengan kadar lemak 2% memiliki sekitar 305 mg kalsium per 250 mL, setara dengan 23,5% kebutuhan harian, jumlahnya hampir delapan kali lebih tinggi dibanding santan.
Banyak orang yang tidak bisa mengonsumsi susu sapi, misalnya karena intoleransi laktosa atau alergi protein susu, lalu beralih ke santan atau susu kelapa.
Namun, pilihan ini sebenarnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian.
Jika berlangsung lama, kekurangan kalsium dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi, terutama pada bayi, anak-anak, remaja, serta ibu hamil.
Itulah beberapa efek samping makanan bersantan yang bisa Anda jadikan pedoman agar bisa mengontrol.
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement