- Pembuatan baju dan hijab syar’i lebih menantang dibanding model lain.
-
Baju syari Leny Rafael butuh minimal 6 meter bahan agar tidak ketat.
-
Hijab syari memerlukan 3 meter kain untuk menutup dada dengan sempurna
Suara.com - Tidak banyak orang yang tahu bahwa baju dan hijab syari memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan model busana pada umumnya. Hal ini karena proses pembuatannya memerlukan jumlah bahan yang lebih banyak.
Fakta ini diungkap desainer Leny Rafael saat memamerkan koleksi kolaborasinya dengan Syahira by Sunita Asmara dalam pagelaran Ramadan Rhapsody 2026 di Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Leny mengatakan, pembuatan baju dan hijab syar’i cenderung lebih menantang karena membutuhkan bahan lebih banyak dibandingkan kebanyakan desain pakaian.
"Kalau buat syar’i itu kadang-kadang tantangannya, buat kebanyakan orang, memilih bahan itu harus ekstra PR banget. Sama, bahan ini (jumlahnya) banyak banget," ujar Leny.
Leny menjelaskan, hijab syar’i yang tercermin dalam karya Sunita cenderung berwarna lembut (soft) dan bermotif polos. Selain itu, baju syar’i tidak boleh menampilkan lekuk tubuh, sehingga bahan pakaian harus mengedepankan kenyamanan.
Inilah sebabnya dalam koleksi Leny Rafael x Syahira by Sunita Asmara dibutuhkan minimal 6 meter bahan dengan warna yang sama untuk satu set pakaian. Hal ini menjadi alasan tambahan mengapa baju syar’i cenderung lebih mahal dibandingkan pakaian pada umumnya.
"Karena kalau kita syar’i itu memang tidak boleh ngepas badan. Jadi kalau flowing itu lebih longgar. Kenapa baju syar’i memang agak pricey? Karena satu koleksi itu bisa butuh banyak bahan, minimal 6 meter," jelas Leny.
"Pakaian bisa dua lapis. Jadi kalau ada yang tanya, kok beda ya harga kita, mahal banget. Nah itu karena (butuh) dua lapis," sambung Leny.
Sunita menambahkan, kebutuhan bahan ini serupa dengan pembuatan hijab yang menutup dada. Karena itu, hijab syar’i membutuhkan minimal 3 meter bahan.
Baca Juga: Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya
"Hijabnya saja pasti makan banyak bahan juga, bisa 3 meter sampai sekitar 3,5 meter untuk hijab," ungkap Sunita.
Adapun koleksi yang dapat dilihat dan dibeli saat perhelatan Ramadan Rhapsody 2026 di Pakuwon Mall Bekasi ini menampilkan tampilan (look) yang classy. Namun, bahan koleksi pakaian syar’i yang ditampilkan memberikan kesan jatuh dan flowy sehingga menampilkan kesan anggun.
"Jadi saya pilih bahan yang lebih ringan, jatuh, dan tidak panas. Bahan yang digunakan sifon warna krem," papar Sunita.
Leny melanjutkan, meski koleksi ini diperkenalkan pada momen Ramadan dan Idulfitri untuk silaturahmi, ia mengingatkan bahwa hijab syar’i merupakan busana muslim sesuai syariat Islam untuk menutup aurat.
Baju dan hijab syar’i harus menutupi seluruh tubuh wanita, kecuali wajah dan telapak tangan, serta memiliki siluet yang lebih longgar sehingga tidak menonjolkan bentuk tubuh, bahkan tidak bertujuan untuk pamer atau tabarruj.
Leny Rafael x Syahira by Sunita Asmara menghadirkan 8 look koleksi hijab syar’i dengan warna putih, burgundy, dan hitam.
"Sesungguhnya, dalam prinsip penggunaan hijab syar’i tidak memerlukan tambahan aksesori. Kalau pun ada, paling hanya bros. Itu saja, karena tidak perlu berlebihan," ungkap Sunita.
Selain koleksi hijab syar’i, Ramadan Rhapsody juga menampilkan koleksi dari Indress, Zoya, Candrika, Just Us, dan Dana.
"Kedelapan desainer mengeluarkan tema berbeda sesuai karakteristik masing-masing. Tapi, spesialnya tahun ini Cerita Naara dan Abeey berkolaborasi merilis koleksi busana pasangan (couple outfit) raya 2026. Kami masih mengusung tema etnik dengan mengadopsi gringsing Bali," kata Ketua Fashion Rhapsody 2026, Ariy Arka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI
-
Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak