Jika ingin berniat pada malam hari, berikut lafaz yang bisa dibaca:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnatis Syawwāli lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”
Namun, jika lupa berniat di malam hari, puasa sunah tetap sah dilakukan dengan niat di pagi atau siang hari, selama belum makan dan minum sejak subuh. Berikut lafaznya:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hādzal yaumi ‘an adā’i sunnatis Syawwāli lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.”
Yang terpenting, niat dilakukan dengan tulus karena Allah SWT, bukan sekadar mengikuti kebiasaan atau tren.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?
Kapan Waktu Puasa Syawal?
Puasa Syawal dilakukan di bulan Syawal, yaitu setelah Hari Raya Idulfitri. Namun, perlu diperhatikan bahwa puasa tidak boleh dilakukan pada tanggal 1 Syawal karena merupakan hari raya.
Oleh karena itu, puasa baru bisa dimulai sejak tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Umat Islam memiliki waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikan enam hari puasa ini.
Menariknya, pelaksanaan puasa Syawal tidak harus dilakukan di awal bulan. Anda bisa melakukannya kapan saja, baik di awal, pertengahan, maupun akhir bulan Syawal, sesuai dengan kondisi dan kesibukan masing-masing.
Fleksibilitas ini menjadi kemudahan bagi umat Islam, terutama setelah Lebaran yang biasanya dipenuhi dengan berbagai aktivitas seperti silaturahmi dan kembali bekerja.
Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan?
Puasa Syawal boleh dilakukan secara terpisah atau selang-seling, selama jumlahnya tetap enam hari dan masih dalam bulan Syawal.
Misalnya, Anda bisa berpuasa di hari Senin dan Kamis, atau menyesuaikan dengan jadwal yang dimiliki. Hal ini sangat membantu bagi yang memiliki kesibukan setelah Lebaran.
Meski demikian, sebagian ulama menyarankan agar puasa dilakukan secara berturut-turut setelah Idulfitri. Hal ini dianggap lebih utama karena menunjukkan semangat dalam menyegerakan kebaikan.
Namun jika tidak memungkinkan, tidak perlu khawatir. Puasa yang dilakukan secara tidak berurutan tetap sah dan tetap mendapatkan pahala yang besar.
Demikianlah penjelasan lengkap terkait niat puasa enam hari di bulan Syawal. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Berapa Harga Pompa Air Sanyo? Ini 3 Pilihan yang Awet untuk Sumur Dangkal Menurut Review
-
Hari Apa Puasa Tasua dan Asyura 2026? Catat Jadwal 9-10 Muharram 1448 H
-
4 Rekomendasi Genset untuk Peternak Ayam, Bebas Risau dari Mati Lampu Dadakan
-
Niat Puasa Tasua dan Asyura 9-10 Muharram Lengkap Arab, Latin, Arti serta Keutamaannya
-
Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?
-
Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Apa Saja? Ini 3 Varian dan Fungsinya
-
4 Sepatu Kanky yang Versatile, Pilihan Terbaik Buat Jalan Kaki Jauh hingga Daily Run
-
4 Parfum Lokal Aroma Kelapa yang Bikin Ketagihan, Wanginya Lembut dan Tahan Lama
-
Genset 1000 Watt Bisa untuk Apa Saja? Ini 3 Pilihan dan Harganya
-
Wisata Gastronomi Kian Dilirik, Dinilai Bisa Jadi Penggerak Ekosistem Kuliner Indonesia