Lifestyle / Komunitas
Minggu, 22 Maret 2026 | 19:35 WIB
bacaan niat puasa syawal (freepik)

Suara.com - Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Syawal setelah Idulfitri, dan bacaan niat puasa Syawal menjadi hal penting yang perlu Anda pahami sebelum memulainya. Puasa sunnah ini dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal sebagai bentuk penyempurna ibadah Ramadan.

Sama seperti puasa lainnya, niat menjadi pembeda sekaligus penegas tujuan ibadah yang Anda jalankan.

Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan Berurutan?

Banyak yang bertanya apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berurutan selama enam hari. Dalam hal ini, para ulama menjelaskan bahwa puasa Syawal tidak wajib dilakukan secara terus-menerus. Anda boleh mengerjakannya secara terpisah, selama masih berada dalam bulan Syawal.

Pendapat ini di antaranya disampaikan oleh Sayyid Abdullah Al-Hadrami, yang menjelaskan bahwa tidak ada syarat harus berpuasa secara berurutan.

Artinya, enam hari puasa Syawal boleh dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan Anda, selama seluruhnya tetap dilaksanakan di bulan Syawal.

Namun demikian, sebagian ulama juga menyebutkan bahwa yang lebih utama adalah melaksanakannya secara berturut-turut setelah Idulfitri.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Yahya bin Abil Khair Al-Umrani, yang menyatakan bahwa puasa enam hari di bulan Syawal dianjurkan dilakukan secara berurutan, meskipun jika dilakukan terpisah tetap diperbolehkan.

Dengan demikian, Anda memiliki fleksibilitas dalam menjalankan puasa Syawal. Baik dilakukan berurutan maupun terpisah, keduanya tetap sah dan mendapatkan keutamaan, hanya saja cara berurutan dinilai lebih utama.

Baca Juga: Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Niat Puasa Syawal

Dalam pelaksanaannya, niat puasa Syawal dapat disesuaikan dengan kondisi Anda, baik dilakukan berurutan, tidak berurutan, maupun baru diniatkan di pagi hari selama belum makan dan minum.

Berikut beberapa bacaan niat puasa Syawal:

1. Niat Puasa Syawal 6 Hari Berurutan (Malam Hari)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sittatin min Syawwāl lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunnah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Puasa Syawal Tidak Berurutan (Malam Hari)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnatis Syawwāl lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

3. Niat Puasa Syawal di Pagi Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Latin: Nawaitu shauma hādzal yaumi ‘an adā’i sunnatis Syawwāl lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Load More