Lifestyle / Komunitas
Senin, 30 Maret 2026 | 15:33 WIB
Ilustrasi niat puasa syawal dan Senin Kamis [Freepik]

Suara.com - Di bulan Syawal, umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan puasa Syawal selama enam hari. Hukum pelaksanaan puasa Syawal sendiri adalah sunnah muakadah. Tak jarang, puasa ini kerap dikerjakan bersamaan dengan puasa Senin Kamis.

Sebagaimana diketahui, puasa Syawal dan Senin Kamis merupakan dua jenis puasa sunnah yang mempunyai nilai keutamaan tersendiri dalam Islam. Menggabungkan niat kedua puasa ini tak hanya diperbolehkan, namun juga dianjurkan demi mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Nah, dalam artikel kali ini, kita akan membahas secara mendalam tentang hukum, niat hingga tata cara puasa Syawal dan Senin Kamis. Berikut ulasan selengkapnya.

Hukum Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Senin Kamis

Umat Muslim yang hendak menjalankan puasa Syawal bisa bertepatan dengan hari Senin, Kamis, Ayyamul Bidh (hari ke-13, 14, dan 15 dalam bulan hijriah), ataupun bersamaan denhan kebiasaan puasa Daud. Mayoritas ulama pun memperbolehkan penggabungan kedua ibadah ini.

Kedua amalan itu bisa digabungkan lantaran jenis dan bentuk ibadahnya yang sama yaitu puasa sunah. Para ulama pun memaparkam bahwa menggabungkan dua niat puasa sunnah dalam satu waktu hukumnya boleh dan justru sangat dianjurkan.

Hal tersebut berlandaskan pada kaidah fikih terkait tasyriq (penggabungan niat) dalam ibadah yang jenisnya sama, yaitu sesama puasa sunnah.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan pahala yang ia niatkan” (HR. Bukhari & Muslim).

Baca Juga: Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Berlandaskan hadits di atas, maka dapat disimpulkan bahwa seseorang yang berpuasa Syawal du hari Senin atau Kamis dengan niat ganda maka berpeluang memperoleh keutamaan dari kedua ibadah tersebut.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjeskan, jika seorang muslim berpuasa selama enam hari di bulan Syawal dan bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, maka ia akan mendapatkan pahala kedua puasa sunnah tersebut.

Sebagaimana dikutip dari laman NU Online dan Rumaysho, praktik tersebut tak hanya sah secara syariat, namun juga membuktikan keluasan rahmat Allah SWT yang selalu memberi kemudahan bagi hamba-Nya dalam meraih keberkahan yang berlipat ganda dalam satu waktu.

Bacaan Niat Puasa Syawal dan Senin Kamis

Dalam pelaksanaan puasa gabungan antara Syawal dan Senin-Kamis, bacaan niat yang dilafalkan cukup puasa Syawal saja. Akan tetapi, seorang muslim bisa berniat di dalam hati ketika akan melaksanakan dua puasa sunah sekaligus ini. Berikut bacaannya:

Bacaan Niat Puasa Syawal

Simak bacaan niat puasa Syawal yang bisa dilafalkan waat malam hari atau pagi hari sebelum mulai puasa:

1. Bacaan Niat Puasa Syawal Malam Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi Ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

2. Bacaan Niat Puasa Syawal Pagi Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi Ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Bulan Syawal

Berikut bacaan niat puasa Senin Kamis di bulan Syawal:

1. Bacaan Niat Puasa Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah taala."

2. Bacaan Niat Puasa Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah taala."

Bagi yang ingin mengamalkan puasa Syawal dan Senin Kamis, maka niat bisa dilafalkan di dalam hati atau diucapkan secara lisan pada malam hari atau sebelum waktu dzuhur (selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa khususnya makan/minum). Berikut ini adalah lafal niat puasa sunnah Senin yang digabung dengan puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ وَعَنْ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an sittatin min syawwâlin wa ‘an yaumil itsnaini sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku niat puasa besok dari enam hari Syawal dan dari hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Apabila puasa dilakukan pada hari Kamis, maka kata “Itsnaini” bisa diganti dengan kalimat “Khamisi”.

Menggabungkan puasa sunnah Syawal dengan Senin-Kamis merupakan solusi yang amat cerdik bagi seorang Muslim yang tetap ingin produktif dalam beribadah. Tak ada larangan dalam perkara ini, justru ibadah tersebut menjadi jalan bagi setiap muslim untuk memaksimalkan amalan di bulan Syawal dengan limpahan pahala yang berlipat.

Itulah tadi niat puasa Syawal dan Senin Kamis. Setelah mengetahui keutamaannya, segera manfaatkan sisa hari di bulan Syawal ini untuk meraih rida-Nya.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More