Lifestyle / Female
Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB
Dokter Spesialis Bedak Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSPI, dr. Alexander Perkasa Hendropriyono, Sp.BPRE., M.Ked.Klin. [Suara.com/Dini Afrianti]
Baca 10 detik
  • Tren operasi plastik (oplas) di Asia terus meningkat dari tahun ke tahun.
  • Banyak orang oplas karena ingin meningkatkan percaya diri dan sebagai  investasi masa depan.
  • Dokter Alexander menekankan konsep harmoni wajah, fokus pada keseimbangan fitur wajah, bukan meniru bentuk wajah orang lain.

Suara.com - Peningkatan tren operasi plastik (oplas) di Asia kini bukan lagi karena ingin mirip idola atau permintaan pasangan, tapi karena ingin terlihat lebih percaya diri dan investasi masa depan.

Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruktif dan Estetik RSPI Pondok Indah, dr. Alexander Perkasa Hendropriyono, Sp.BPRE., M.Ked.Klin mengungkap data pertumbuhan bedah estetik di Asia Timur mengalami kenaikan 6,05 persen dari 2019 hingga 2027.

Dari data tersebut menunjukkan secara keseluruhan motivasi pasien di China, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan yang melakukan operasi plastik karena ingin mirip selebriti hanya sebesar 2,2 persen. Sedangkan bedah estetik dilakukan karena permintaan pasangan hanya 9,2 persen.

"Sedangkan self investment itu 26,5 persen dan self confidence 33,9 persen. Artinya orang Asia tidak selalu ingin jadi selebriti atau mengikuti lingkungan sosial dan teman-temannya. Tapi mayoritas ingin jadi diri sendiri," ujar dr. Alexander di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan tren menunjukkan banyak orang ingin melakukan operasi plastik untuk mendukung nilai-nilai yang dia percaya. Seperti ingin menunjukkan penampilan luar yang selaras dengan inner beauty.

"Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur bedah estetik, penting bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik rekonstruktif dan estetik," pungkas dr. Alexander.

Ini juga yang jadi alasan dr. Alexander menerapkan konsep facial harmony alias harmoni wajah, saat melakukan rekonstruksi bedah estetik pada pasiennya. Alih-alih menerapkan bentuk hidung, alis hingga pipi menyerupai orang tertentu.

"Harmoni wajah merupakan hal yang penting, karena pada dasarnya wajah yang menarik bukan ditentukan dari satu bagian saja, melainkan keseimbangan atau balance antar berbagai fitur wajah," ungkap dr. Alexander.

Sehingga menurut dokter yang pernah menjalani mini fellowship di Korea Selatan pada 2024 itu, operasi plastik tidak dilakukan pada satu fitur wajah seperti alis, hidung, atau rahang saja tapi secara keseluruhan.

Baca Juga: 5 Treatment Klinik Kecantikan untuk Mengatasi Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Melalui cara inilah menurut dr. Alexander, pasien akan mendapatkan hasil natural dan terkesan 'mahal' setelah tindakan bedah.

Adapun beberapa inovasi teknik bedah estetik yang bisa dilakukan yaitu rhinoplasty (bedah hidung) dan blepharoplasty (bedah kelopak mata) yang menonjolkan kecantikan Asia.

Lalu teknik modern facelift dengan teknik deep plane yaitu penarikan kulit dengan mereposisi jaringan otot serta lemak di bawah kulit.

Load More