- Harga plastik di Indonesia melonjak drastis hingga 100 persen.
- Situas ini terjadi sejak akhir Maret 2026 akibat gangguan pasokan bahan baku global.
- Kenaikan harga ini berdampak pada inflasi biaya produksi UMKM.
Suara.com - Masyarakat Indonesia kembali dihadapkan pada kenaikan harga barang yang tak terduga. Kali ini, bukan beras atau daging, melainkan plastik kemasan sehari-hari yang harganya melonjak drastis hingga 50 persen, bahkan mencapai 70-100 persen di beberapa jenis.
Kantong kresek yang biasanya dijual Rp10.000 per pak kini mencapai Rp15.000–Rp17.000. Cup minuman thinwall dan plastik kiloan pun naik Rp5.000–Rp10.000 dalam hitungan hari.
Di pasar tradisional Surabaya, Jakarta, hingga Bengkulu, pedagang kecil mengeluh harga naik tiap jam.
Fenomena ini bukan sekadar gejolak musiman. Menurut Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), penyebab utamanya adalah gangguan pasokan bahan baku global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Sejak akhir Februari 2026, eskalasi perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah menyebabkan penutupan jalur vital Selat Hormuz.
Selat ini menjadi pintu gerbang utama pengiriman minyak dan produk petrokimia dunia. Nafta, bahan baku utama pembuatan plastik (polietilena/PE dan polipropilena/PP), sekitar 60–70 persen pasokannya berasal dari kawasan Timur Tengah.
Ketika Selat Hormuz terganggu, kapal-kapal pengangkut bahan baku tidak bisa melintas, stok di kilang petrokimia menipis, dan harga langsung meroket.
Indonesia sangat rentan terhadap guncangan ini karena masih mengandalkan impor nafta dalam jumlah besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor plastik dan barang dari plastik pada Februari 2026 mencapai US$873,2 juta.
Harga minyak mentah dunia yang ikut melonjak akibat ketegangan tersebut semakin memperburuk situasi. Biji plastik sebagai turunan fosil langsung terdampak.
Baca Juga: Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya
Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono menjelaskan, “Selat Hormuz ketutup, sehingga 70 persen nafta dari Middle East tidak bisa terkirim ke industri petrokimia.”
Akibatnya, harga polimer di pasar global naik dua digit dalam waktu singkat, dan Indonesia merasakan dampaknya secara langsung mulai akhir Maret hingga puncaknya di awal April 2026.
Dampaknya paling terasa pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pedagang makanan, minuman, dan warung kelontong terpaksa menaikkan harga kemasan atau memangkas keuntungan.
Beberapa bahkan membatasi pemberian kresek gratis. Di sisi lain, konsumen mulai mengeluh karena harga barang sehari-hari seperti air minum kemasan, makanan siap saji, hingga kosmetik ikut naik.
Analis ekonomi menyebut kenaikan ini bersifat “cost-push inflation” yang berasal dari biaya produksi, bukan permintaan semata, meski permintaan plastik memang meningkat jelang Lebaran.
Pemerintah tidak tinggal diam. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui kenaikan harga plastik terjadi di seluruh daerah dan mencapai Rp6.000 per pak. Ia menyatakan akan memanggil pihak terkait untuk membahas solusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Heboh Jadi Sayembara, Pakar Sebut Besarnya Hadiah Tak Mengubah Standar Hukum Ijazah Gibran
-
Viva Perfect Matte vs Perfect Shine Lip Color, Mana yang Tahan Lama?
-
Desain Estetik tapi Bikin Gerah, Pramono Janji Benahi Halte Rasuna Said
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
-
Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki
-
Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas