- Wahan Visi Indonesia dan pemerintah desa merevitalisasi ekowisata di Lombok Timur yang sempat rusak akibat bencana 2022.
- Program MARVEL sejak Mei 2024 telah menanam 14.700 bibit mangrove guna mencegah banjir rob serta mengembangkan potensi ekonomi warga.
- Kawasan wisata yang dilengkapi berbagai fasilitas edukasi ini akan dikelola oleh sekitar 200 warga lokal untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Suara.com - Tempat Wisata di Kabupaten Lombok Timur, kini sudah kembali dibuka untuk umum.
Wisata yang sebelumnya telah ada namun rusak karena banjir rob dan banjir bandang pada sekitar 2022 baru saja selesai direvitalisasi oleh Wahan Visi Indonesia (WVI) bersama Pemerintah Desa setempat.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi pada Senin (8/4/2026), banyak spot foto yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk foto-foto, di antaranya miniatur menara evel hingga jembatan.
Di sini, juga ada tempat makan yang nyaman bagi pengunjung dan tambak ikan.
Project Coordinator MARVEL East Lombok, Maria Natalia Pratiwi, mengatakan program dari Mangrove Adaptive and Resilient Village for Enhanced Livelihoods (MARVEL) sudah berlangsung hampir sekitar 2 tahun, atau dari Mei 2024.
Di sini, pengunjung juga nantinya bisa melanjutkan wisata ke Mangrove Seruni menggunakan perahu kayak atau sampan yang waktu tempuhnya kurang dari 10 menit.
"Kita berkerja bersama-sama untuk rehabilitasi mangrove dan ekonomi. Kita sudah menanam sekitar 14.700 mangrove di sini dengan luasan 1,24 hektar," jelas dia.
Maria berharap dengan adanya ekowisata ini masyarakat setempat mendapatkan pemasukan lebih dan lebih sadar pentingnya menjaga lingkungan.
"Harapannya adanya nilai tambah berupa edukasi mangrove untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan," jelasnya.
Baca Juga: Ada Mangrove si Benteng Alami: Kenapa Suka Solusi Instan Jangka Pendek?
Terlebih dengan adanya rehabilitasi mangrove diharapkan bisa mencegah dampak yang tidak diinginkan dari banjir rob yang kerap menimpa desa tersebut.
"Harapannya kita bisa bersama-sama mengembangkan ini. Walaupun WVI enggak bisa mendampingi masyarakat sini lagi nantinya, tapi kami telah meninggalkan yang baik berupa ekowisata," ucap Maria.
Sementara itu Sekretaris Desa, Bambang Nurdiansyah,berharap program yang sudah dibawa oleh WVI bisa dilanjutkan oleh kelompok-kelompok di desa seperti Pokmaswas, Siaga Bencana Desa, Karang Taruna, Pokdarwis, hingga forum Ibu Aska.
"Ekowisata itu dibentuk agar restorasi mangrove tetap berjalan," kata Bambang.
Ia juga menuturkan program dari WVI tidak berdiri sendiri, melainkan berdampingan dengan pemerintah desa.
Nantinya, ekowisata ini akan dikelola oleh masyarakat sekitar. Ada sekitar 200 warga dari berbagai kelompok yang akan dilibatkan dalam mengelola tempat wisata ini.
Berita Terkait
-
Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?
-
Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
-
Ada Mangrove si Benteng Alami: Kenapa Suka Solusi Instan Jangka Pendek?
-
Menanam Mangrove, Menjaga Pesisir: Aksi Nyata Keberlanjutan di Tengah Ancaman Iklim
-
Menikmati Jakarta Setelah Senja: Lights Wonderland Hadirkan Wisata Malam di Tengah Mangrove PIK
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
3 Zodiak Paling Cocok Jadi Pasangan Scorpio untuk Komitmen Jangka Panjang
-
Flag Football, Olahraga Baru dari Amerika yang Mulai Dilirik Anak Muda Indonesia, Apa Menariknya?
-
5 Zodiak yang Dianggap Red Flag untuk Diajak Berteman dan Jalin Hubungan
-
4 Masker Wajah Indomaret untuk Atasi Jerawat dan Cerahkan Kulit Wajah
-
Urutan Skincare Pagi Glad2Glow untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
-
Hukum Membekukan Sel Telur dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasannya
-
Profil Mirwan Suwarso, Pria Indonesia yang Sukses Sulap Como 1907 Jadi Raksasa Baru Italia
-
5 Tanaman yang Tidak Boleh Ditanam di Depan Rumah Menurut Fengshui
-
Mineral Sunscreen untuk Kulit Apa? Cek 5 Pilihan dengan Perlindungan Maksimal
-
3 Rekomendasi Shampo Terbaik untuk Mengatasi Hairline Mundur: Rambut Tebal, Rontok Berkurang