Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 10 April 2026 | 10:33 WIB
Potret dapur MBG (bgn.go.id)
Baca 10 detik
  • Kepala BGN mengungkap rencana pengadaan 24.400 motor listrik untuk operasional SPPG, dengan 21.800 unit sudah terealisasi.
  • Motor listrik dibeli sekitar Rp42 juta per unit, lebih murah dari harga pasar Rp52 juta.
  • Selain fasilitas kendaraan, Kepala SPPG juga menerima gaji dan tunjangan.

Hal ini penting karena distribusi layanan gizi sering kali harus menjangkau desa atau daerah terpencil yang tidak bisa dilalui kendaraan besar.

"Program ini kan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional," kata Dadan Hindayana pada Rabu, 8 April 2026.

Selain itu, motor listrik dinilai lebih efektif untuk mobilitas di lapangan karena ukurannya yang lebih fleksibel dan mudah digunakan di berbagai kondisi jalan.

Dengan kendaraan ini, petugas SPPG diharapkan bisa lebih cepat dan efisien dalam menjalankan tugasnya.

Dari sisi anggaran, pemerintah menyebut pengadaan ini sudah direncanakan dalam APBN tahun 2025 dengan realisasi sekitar 21.800 unit dari target awal 24.400 unit.

Harga per unit motor listrik juga diklaim lebih hemat, yakni sekitar Rp42 juta atau di bawah harga pasaran yang mencapai Rp52 juta.

BGN juga menegaskan bahwa pembelian motor listrik ini tidak akan berlanjut pada tahun berikutnya karena hanya dialokasikan untuk anggaran 2025.

Dengan demikian, kendaraan tersebut diharapkan cukup untuk mendukung operasional SPPG secara optimal, terutama di daerah dengan akses terbatas.

Baca Juga: Motor Listrik MBG untuk Apa? Kepala SPPG Dapat Kendaraan Dinas Mewah

Load More