- Guru Besar UMY, Imamudin Yuliadi, mengusulkan pemotongan gaji pejabat untuk mengatasi defisit APBN daripada menambah utang luar negeri.
- Penambahan utang luar negeri berisiko meningkatkan beban fiskal nasional akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
- Pemerintah disarankan melakukan efisiensi belanja nonprioritas serta memaksimalkan pengembalian aset korupsi sebagai sumber pendanaan yang lebih sehat.
Suara.com - Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Imamudin Yuliadi, menegaskan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan langkah tegas seperti pemotongan gaji pejabat daripada menambah utang luar negeri untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, opsi penambahan utang luar negeri bukan solusi yang tepat untuk mengatasi pelebaran defisit fiskal, terutama di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah saat ini.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar utang luar negeri Indonesia berdenominasi mata uang asing. Ketika nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp17.000 per dolar Amerika Serikat, beban utang secara otomatis meningkat jika dihitung dalam rupiah.
Dalam kondisi tersebut, penambahan utang baru justru berpotensi meningkatkan risiko fiskal dalam jangka menengah.
“Pemotongan gaji pejabat merupakan salah satu bentuk kebijakan yang berdampak luas karena memberikan contoh nyata penghematan dan efisiensi anggaran negara,” kata Imamudin, Kamis (9/4/2026).
Meski keputusan akhir berada di tangan Presiden Prabowo Subianto, Imamudin menilai kebijakan tersebut memiliki nilai simbolik yang kuat dalam menjaga stabilitas sosial, terutama saat daya beli masyarakat tengah tertekan.
“Langkah ini menunjukkan bahwa upaya efisiensi tidak hanya dibebankan kepada masyarakat, tetapi dimulai dari jajaran pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinyal penghematan dari pemerintah penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara, terutama ketika tekanan ekonomi sedang dirasakan oleh masyarakat.
Meski demikian, Imamudin mengingatkan bahwa pemotongan gaji pejabat saja tidak cukup untuk menutup celah fiskal tanpa dukungan sumber pembiayaan lain. Karena itu, pemerintah didorong untuk lebih agresif dalam mengejar pengembalian aset hasil korupsi sebagai alternatif pendanaan yang lebih sehat.
Baca Juga: Purbaya Serang Ekonom TikTok: Cuma Sensasi, Enggak Pernah Belajar Ekonomi
Menurutnya, selama ini pengembalian aset tersebut belum dimaksimalkan dalam perhitungan fiskal, padahal potensi yang dimiliki cukup signifikan tanpa menambah beban bunga utang di masa depan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengetatan belanja negara yang telah mulai dilakukan pemerintah, seperti pemangkasan biaya perjalanan dinas serta seleksi ketat terhadap proyek pembangunan yang dinilai tidak menjadi prioritas.
“Pemerintah perlu semakin selektif dalam memanfaatkan anggaran negara. Dalam situasi seperti ini, penghematan signifikan pada sektor nonprioritas menjadi langkah yang tidak dapat dihindari,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan