Lifestyle / Komunitas
Selasa, 14 April 2026 | 13:10 WIB
Ilustrasi sampah bubble wrap kemasan dari belanja online (Freepik)

Ibar menjelaskan bahwa secara regulasi, industri sebenarnya memiliki kewajiban untuk menarik kembali kemasannya.

“Di undang-undang persampahan kita kan mereka wajib untuk menarik kembali kemasannya ya, entah itu Unilever, Danon, Mayora, atau sebagainya. E-commerce juga salah satu pihak industri yang seharusnya punya andil di sini untuk menarik kembali kemasannya,” kata Ibar.

Namun, di sektor e-commerce, komitmen ini masih sebatas kampanye dan belum menjadi standar operasional. Greenpeace mendorong agar platform digital tidak hanya memberikan opsi pengiriman berkelanjutan, tetapi juga menyiapkan ekosistem pasca konsumsi agar kemasan tidak langsung dibuang ke tempat sampah.

Jika sistem pengurangan sampah di hulu tidak segera diperbaiki, proyeksi 3-5 tahun ke depan sangat mengkhawatirkan. TPA akan semakin overload, dan sampah plastik dari aktivitas belanja daring akan terus memenuhi sudut-sudut kota tanpa ada penanganan yang tuntas. Perubahan harus dimulai dari sistem yang memaksa industri untuk bertanggung jawab, sehingga konsumen tidak lagi menjadi pihak terakhir yang sendirian memikul beban krisis plastik ini.

Load More