Lifestyle / Female
Rabu, 15 April 2026 | 18:02 WIB
Ajang Puteri Indonesia 2026. (Dok. ist)
Baca 10 detik
  • Ajang Puteri Indonesia 2026 berkolaborasi dengan Netzme mengintegrasikan prinsip ESG dalam program advokasi bagi 45 finalis terpilih.
  • Cheryl Lidia Regar memenangkan penghargaan Best Advocacy melalui platform CIRO WASTE yang mengubah limbah menjadi nilai ekonomi.
  • Kolaborasi ini bertujuan mengubah advokasi sosial menjadi bisnis berkelanjutan dengan dampak terukur sebelum malam final 24 April.

Suara.com - Paradigma ajang pemilihan Puteri Indonesia terus bertransformasi. Tidak lagi sekadar mengedepankan pesona visual, ajang Puteri Indonesia 2026 kini memperkuat fokusnya pada dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan melalui kolaborasi strategis bertajuk "Women Empowerment Journey: Crown of Impact x The 5th Motion Challenge (Mocha)".

Bekerja sama dengan PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme), ajang ini menantang 45 finalis untuk mempresentasikan program advokasi yang mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kegiatan yang berlangsung di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Selasa (14/4/2026) ini, menjadi panggung bagi para perempuan muda Indonesia untuk membuktikan bahwa ide mereka mampu menjawab tantangan zaman.

Dari Limbah Menjadi Nilai Ekonomi

Salah satu sorotan utama dalam kompetisi ini adalah keberhasilan Cheryl Lidia Regar, perwakilan dari Kalimantan Timur, yang meraih penghargaan Best Advocacy. Cheryl mengusung platform ekonomi sirkular bernama CIRO WASTE (CIROES).

Platform digital ini dirancang untuk mengelola limbah secara efisien sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal. Gagasan ini dinilai unggul karena tidak hanya inovatif, tetapi juga sangat mungkin untuk diimplementasikan secara luas. Sebagai pemenang, Cheryl akan mendapatkan dukungan investasi serta pendampingan langsung dari Netzme guna memastikan proyeknya bertransformasi menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan.

CEO Netzme, Vicky Ganda Saputra, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menetapkan standar baru bagi dampak sosial yang dihasilkan oleh para Puteri Indonesia. Netzme mendorong para finalis untuk berpikir layaknya seorang pendiri perusahaan sosial.

"Kami menantang mereka agar proposal tersebut mampu memberikan dampak nyata, baik dari sisi sosial, kemanusiaan, maupun keberlanjutan bisnisnya. Kami ingin advokasi ini memiliki dampak yang terukur, bukan sekadar kegiatan amal (charity) sekali putus," tegas Vicky.

Senada dengan hal tersebut, Direktur PT Mustika Ratu Tbk sekaligus Ketua Pemilihan Puteri Indonesia, Kusuma Anjani, menjelaskan bahwa pendekatan ini adalah bagian dari upaya membangun ecosystem of impact.

"Advokasi tidak boleh berhenti pada kompetisi, tetapi harus terus berkembang menjadi gerakan nyata yang relevan dalam jangka panjang," ujarnya.

Baca Juga: KemBALIkeSENI: Cara Victoria Kosasie membalas Bali Lewat Karya dan Ruang

Pentingnya Komunikasi dalam Kepemimpinan

Selain substansi program, kemampuan artikulasi ide juga menjadi elemen penilaian krusial. Janu Saputra, Public Speaking Coach dari TalkUp.id, menekankan bahwa seorang agen perubahan haruslah seorang komunikator yang ulung.

"Seorang founder adalah komunikator. Motion Challenge hadir untuk membentuk finalis yang mampu menyampaikan gagasan besar mereka secara kuat, percaya diri, dan penuh substansi sehingga memiliki daya dorong untuk menciptakan perubahan nyata," jelas Janu.

Menuju Malam Puncak

Antusiasme publik terhadap program advokasi ini terlihat dari tingginya angka penonton pada tayangan live streaming. Dukungan masyarakat terhadap 45 finalis masih terus dibuka melalui voting resmi di laman vote.puteri-indonesia.com.

Perjalanan inspiratif ini akan mencapai puncaknya pada malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 April 2026. Melalui inisiatif seperti Crown of Impact, Yayasan Puteri Indonesia berharap dapat terus melahirkan agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan dan kemandirian ekonomi Indonesia.

Load More