Suara.com - Langkah kecil seorang ibu yang dijalani setiap hari sering kali menyimpan cerita besar tentang keteguhan. Di Manado, kisah itu datang dari Anastasya Sampaleng, seorang ibu rumah tangga yang memilih untuk tetap berdiri di tengah situasi yang tidak mudah. Saat suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan jatuh sakit, ia tidak memiliki banyak pilihan selain terus bergerak. Dengan berjalan kaki hingga sekitar dua kilometer setiap hari, Anastasya menjajakan masakan rumahan kepada masyarakat sekitar, menjaga agar dapur tetap menyala dan keluarganya tetap bertahan.
Perjalanan tersebut tidak dimulai dari kondisi yang mudah. Sebelumnya, ia sempat merintis usaha warung sembako setelah bergabung dengan PNM Mekaar, membantu menambah penghasilan keluarga sedikit demi sedikit. Namun ketika kondisi kesehatan suaminya memburuk, usaha tersebut tidak lagi dapat berjalan optimal. Ia kemudian beralih menjual gorengan, bahkan harus meninggalkan anaknya di rumah untuk sementara waktu agar tetap bisa berjualan. Dari situ, perlahan ia kembali menata langkah, hingga akhirnya berani meningkatkan plafon pembiayaan dan beralih ke usaha makanan yang kini menjadi penopang utama keluarganya.
Bagi Anastasya, setiap langkah yang ditempuh bukan hanya tentang dirinya sendiri. “Saya tidak mau menyerah, karena yang saya perjuangkan bukan hanya untuk saya, tapi untuk keluarga dan anak saya. Capek pasti ada, tapi saya percaya kalau terus jalan, pasti ada jalan,” ungkapnya. Dari usaha yang dijalani dengan konsisten, ia mulai merasakan perubahan, rumah yang perlahan direnovasi, serta pendidikan anak yang tetap dapat dilanjutkan. Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa keberanian untuk bertahan sering kali lahir dari tanggung jawab yang lebih besar daripada diri sendiri.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menilai kisah seperti ini menjadi cerminan nyata dari semangat pemberdayaan PNM di tingkat akar rumput. “Kisah Ibu Anastasya menunjukkan bahwa di balik setiap usaha kecil, ada ketangguhan luar biasa. Ketika perempuan diberi akses dan pendampingan yang tepat, mereka tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menguatkan keluarga dan lingkungannya,” ujarnya. Cerita dari Manado ini menjadi satu dari banyak potret bagaimana ketekunan, kesempatan, dan keberanian dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan yang lebih baik, dan PNM memastikan untuk terus hadir mendampingi setiap perjalanan itu.***
Berita Terkait
-
Resmi Minta Ambil Alih PNM ke Danantara, Purbaya Ingin Kemenkeu Ikut Salurkan KUR
-
BRI Perkokoh Dominasi Penyaluran Kredit Kerakyatan Pertumbuhan KUR dan UMi di NTT
-
Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu
-
PNM Hadirkan Harapan Baru: Dari Satu Kegiatan, Tumbuh Mimpi Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro
-
Ibu Irma dan Jejak Pemberdayaan Disabilitas Melalui PNM Mekaar
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan
-
BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ
-
Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam
-
Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!
-
BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
-
Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
-
Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura
-
PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia
-
Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?