- Status nonaktif bersifat sementara sebagai langkah preventif selama proses pemeriksaan kasus.
- Status Drop Out (DO) bersifat permanen akibat pelanggaran berat atau kegagalan akademik.
- 16 mahasiswa FH UI terancam DO jika terbukti melakukan pelecehan seksual.
Berbeda dengan nonaktif, Drop Out (DO) atau putus studi adalah mimpi buruk bagi setiap mahasiswa.
Sebab, status ini bersifat permanen dibandingkan status nonaktif yang biasanya disebabkan oleh gagal akademik atau IPK tidak memenuhi syarat dan melakukan pelanggaran disiplin atau kriminal berat.
Di UI, mahasiswa dipantau lewat Evaluasi Tengah Masa Studi (semester 4) dan Evaluasi Akhir Masa Studi (semester 14 untuk S1).
Jika tidak memenuhi target SKS dan IPK, surat peringatan DO akan dikirim ke orang tua sebelum akhirnya dikeluarkan secara resmi oleh Rektor.
Mahasiswa yang resmi dikeluarkan dari sivitas akademika, statusnya akan berubah keluar atau putus studi di data PDDIKTI.
Perbedaan Utama Status Mahasiswa Nonaktif dan DO
Secara sederhana, perbedaan keduanya terletak pada status kemahasiswaannya:
1. Mahasiswa Nonaktif
Mahasiswa dengan status nonaktif biasanya bersifat sementara, larangan yang diterima mahasiwa juga bersifat sementara, dan masih bisa kembali kulit dengan atau tanpa syarat tertentu.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kulkas Dengan Watt Kecil Terbaik 2026, Efisien untuk Jangka Panjang
2. Mahasiswa DO
Sementara, mahasiswa DO ini statusnya bersifat permanen, tak ada kesempatan untuk kembali lagi dan tak mendapatkan akses apapun di kampus, terutama akademiknya.
Dalam kasus 16 mahasiswa FH UI, status non-aktif ini diambil sebagai langkah preventif.
Tujuannya agar proses pemeriksaan oleh Satgas PPK berjalan objektif tanpa adanya intervensi atau interaksi antara terduga pelaku dengan korban/saksi di lingkungan kampus.
Namun perlu diingat, status non-aktif ini bisa berubah menjadi Drop Out (DO) jika dalam pemeriksaan nantinya mereka terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat atau tindak pidana.
Jadi, meskipun saat ini hanya dinonaktifkan, bayang-bayang dikeluarkan dari kampus kuning tersebut tetap nyata jika kasus pelecehan seksual ini terbukti secara hukum dan etik kampus.
Berita Terkait
-
Cha Seung Won dan Kim Do Hoon Siap Bintangi Retired Agent + Management Team
-
Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Terancam DO, Masih Bisa Kuliah Lagi?
-
Daftar Pemain The King's Warden, Film Korea Terlaris Tayang di Bioskop Indonesia Hari Ini
-
Upgrade Daily OOTD-mu dengan 4 Inspirasi Gaya Layering ala Woo Do Hwan
-
Sinopsis Do Deewane Seher Mein, Film India Romantis Terbaru Mrunal Thakur
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
Harga Emas Antam Ambruk Rp30 Ribu, Menuju Level Terendah Sebulan
-
Tablet Xiaomi Pad 9 Pro Max Siap Debut, Bawa Xring O3 yang Diklaim Tembus 5,22 Juta AnTuTu
-
Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai, Antrean Truk dari 16 Km Jadi 7 Km
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Prajurit Penyiram Air Keras Tak Dipecat, Bentuk Normalisasi Teror Kekerasan Lewat Peradilan Militer?
-
Ahmad Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Menjadi Prioritas
-
Kebakaran Hutan, Ekspansi Kapital dan Krisis Tata Kelola
-
Membaca Panji Tengkorak Karya Seno Gumira Ajidarma: dari Komik ke Disertasi
-
PGN Sulap Potensi Desa Jadi Mesin Ekonomi, Omzet Tembus Rp3,6 M
-
Ribuan Warga Makassar Salat Minta Hujan