- Perempuan Indonesia kini menyeimbangkan peran karier dan keluarga dengan memasak secara efisien di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.
- Chef Martin Praja dan Anissa Aziza menyarankan penggunaan bahan praktis serta bumbu instan untuk menjaga kualitas rasa masakan.
- PT Sasa Inti mendukung perempuan modern melalui produk praktis agar proses memasak menjadi lebih mudah, cepat, dan tetap lezat.
Suara.com - Di tengah ritme hidup yang semakin padat, perempuan Indonesia terus membuktikan perannya yang kian luas. Data menunjukkan, hampir separuh perempuan kini aktif di sektor formal, namun tetap memegang peran penting di rumah.
Di dapur, tantangannya bukan sekadar memasak, melainkan bagaimana menghadirkan hidangan lezat di tengah keterbatasan waktu.
Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan masa kini tak harus memilih antara karier dan keluarga. Keduanya bisa berjalan beriringan, termasuk urusan dapur yang kini semakin fleksibel dan praktis.
Chef & Brand Ambassador Sasa, Martin Praja, membagikan kunci memasak efisien tanpa mengorbankan rasa. Menurutnya, memasak tidak harus rumit untuk bisa terasa istimewa.
“Jangan sampai masak malah bikin kita ribet. Dengan bahan sederhana seperti telur saja sebenarnya sudah bisa jadi hidangan enak. Kalau punya waktu lebih, bisa siapkan ayam ungkep atau tahu tempe. Yang penting itu kita pintar memilih bahan dan menyiapkan dari awal,” jelas Martin.
Ia juga menekankan pentingnya persiapan sebelum memasak, terutama dalam masakan Indonesia yang kaya bumbu.
“Bumbu-bumbu itu harus disiapkan dulu. Jadi saat masak kita tidak repot. Dan salah satu kuncinya, kita bisa tambahkan MSG dengan takaran yang tepat supaya rasa tetap lezat,” tambahnya.
Bagi Martin, memasak bukan soal kesempurnaan, melainkan keseimbangan. “Kita tidak perlu cari perfection. Yang penting itu balance antara rasa, waktu, dan effort,” ujarnya.
Pandangan ini sejalan dengan pengalaman Anissa Aziza sebagai perempuan aktif yang tetap menjaga kehangatan keluarga lewat masakan.
Baca Juga: Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
“Di tengah kesibukan, memasak bukan sekadar kewajiban, tapi cara saya menunjukkan rasa sayang. Saya ingin memberikan yang terbaik lewat setiap hidangan,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa kemudahan dalam memasak menjadi faktor penting agar tetap konsisten menyajikan makanan untuk keluarga.
“Dengan produk yang praktis, saya jadi lebih tenang karena rasa masakan bisa konsisten. Jadi tidak perlu khawatir, dan hasilnya juga lebih disukai keluarga, bahkan sering habis tanpa sisa,” tambah Anissa.
Dukungan terhadap perempuan modern ini juga dihadirkan oleh PT Sasa Inti melalui berbagai produk yang memudahkan proses memasak, mulai dari bumbu instan hingga santan siap pakai. Tujuannya sederhana, membantu perempuan tetap percaya diri di dapur tanpa harus mengorbankan waktu dan energi.
“Di Hari Kartini ini, Sasa ingin memastikan setiap perempuan Indonesia memiliki kepercayaan diri untuk menyajikan masakan yang sudah pasti lezat, didukung dengan proses yang sederhana, sehingga masakan rumahan pun rasanya menjadi istimewa," kata Ranie Wulandari, Head of Marketing, PT Sasa Inti.
Dengan begitu, kata Ranie, mereka bisa lebih fokus menikmati momen kehangatan bersama keluarga dengan hidangan yang dinikmati sampai habis tanpa sisa.
Di Hari Kartini, dapur bukan lagi simbol beban, melainkan ruang ekspresi. Lewat masakan sederhana, perempuan tetap bisa menghadirkan kehangatan, kebanggaan, dan cinta di meja makan, dengan cara yang lebih praktis, seimbang, dan tentunya tetap lezat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway
-
Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China
-
3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan
-
BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?
-
Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah
-
Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby
-
11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket
-
Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi
-
Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital
-
Mafia Internasional Diburu, Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Dibongkar