Lifestyle / Komunitas
Senin, 27 April 2026 | 16:29 WIB
El Rumi dan Syifa Hadju resmi menjadi suami istri. [Instagram]

Suara.com - Pernikahan dalam Islam bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah akad yang memiliki syarat sah yang jelas, salah satunya adalah keberadaan wali. Tanpa wali, pernikahan dianggap tidak sah.

Namun, dalam beberapa kasus yang ramai dibicarakan publik, seperti yang dialami oleh figur publik seperti Syifa Hadju, akad nikah bisa tetap berlangsung meskipun wali nasab (wali keluarga) tidak hadir. Di sinilah muncul peran wali hakim.

Lalu, kapan sebenarnya seseorang diperbolehkan menggunakan wali hakim? Apakah bisa dilakukan sembarangan? Artikel ini akan mengupasnya secara lengkap, berdasarkan hukum Islam dan penjelasan ulama.

Apa Itu Wali Hakim?

Wali hakim adalah wali yang ditunjuk oleh pemerintah (biasanya Kepala KUA) untuk menggantikan wali nasab dalam pernikahan.

Dalam Islam, wali memiliki urutan tertentu, mulai dari ayah, kakek, saudara laki-laki, hingga kerabat laki-laki lainnya. Jika semua wali tersebut tidak ada atau tidak memenuhi syarat, maka wali hakim mengambil alih.

Hal ini juga didasarkan pada hadis: "Penguasa adalah wali bagi perempuan yang tidak memiliki wali."

Syarat Menggunakan Wali Hakim dalam Pernikahan

Penggunaan wali hakim tidak bisa dilakukan atas keinginan pribadi. Ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat peran wali berpindah. Berikut penjelasannya, dirangkum dari laman NU Online.

1. Tidak Memiliki Wali Nasab

Baca Juga: Ronce Melati Siraman Syifa Hadju Viral, Didiet Maulana Beri Izin Ditiru?

Jika seorang perempuan tidak memiliki wali keluarga sama sekali, baik karena meninggal dunia atau tidak ada garis keturunan yang sah, maka wali hakim menjadi solusi. Contohnya:

  • Tidak memiliki ayah, saudara laki-laki, atau paman
  • Ayah angkat tidak bisa menjadi wali karena bukan wali nasab

2. Wali Tidak Memenuhi Syarat Secara Syariat

Meskipun wali ada, tetapi tidak memenuhi syarat, maka haknya gugur. Contohnya:

  • Masih di bawah umur (belum baligh)
  • Mengalami gangguan jiwa

Dalam kondisi ini, wali hakim dapat menggantikan.

3. Wali Tidak Diketahui Keberadaannya

Jika wali tidak diketahui apakah masih hidup atau sudah meninggal, atau tidak diketahui keberadaannya, maka pernikahan dapat dilakukan dengan wali hakim setelah upaya pencarian dilakukan.

Load More