Lifestyle / Komunitas
Senin, 27 April 2026 | 16:29 WIB
El Rumi dan Syifa Hadju resmi menjadi suami istri. [Instagram]

4. Wali Menolak Menikahkan (Adhal)

Salah satu kasus yang cukup sering terjadi adalah wali yang menolak menikahkan anak perempuannya tanpa alasan syar’i.

Dalam Islam, tindakan ini disebut wali adhal dan hukumnya tidak dibenarkan. Jika terbukti demikian, maka:

Namun, jika penolakan memiliki alasan yang sah (misalnya calon tidak sekufu), maka wali hakim tidak bisa langsung mengambil alih.

5. Wali Sedang Bepergian Jauh

Jika wali berada di lokasi yang sangat jauh hingga sulit hadir (misalnya di luar negeri atau jarak safar), maka wali hakim dapat menggantikan. Namun penting dicatat, jika masih bisa dihubungi atau diwakilkan, maka hak wali tetap melekat.

6. Wali dalam Kondisi Tidak Memungkinkan

Beberapa kondisi lain yang membuat wali tidak bisa menjalankan tugasnya, antara lain:

  • Sedang ihram (haji/umrah)
  • Dipenjara atau terhalang hadir
  • Sengaja menghindar atau tidak hadir tanpa kejelasan

7. Konflik Peran atau Kondisi Khusus

Baca Juga: Ronce Melati Siraman Syifa Hadju Viral, Didiet Maulana Beri Izin Ditiru?

Dalam beberapa kasus unik, wali tidak bisa menikahkan karena konflik peran, misalnya:

  • Wali sekaligus menjadi calon suami
  • Wali ingin menikahkan anaknya dengan anak laki-lakinya sendiri (masih kecil)

Dalam situasi seperti ini, wali hakim diperlukan untuk menjaga keabsahan akad.

Syarat Sah Pernikahan dengan Wali Hakim

Selain kondisi di atas, penggunaan wali hakim juga harus memenuhi syarat tambahan:

  • Calon suami harus sekufu (sepadan)
  • Calon istri sudah baligh
  • Pernikahan dilakukan dalam wilayah kewenangan wali hakim

Artinya, tidak semua kondisi otomatis bisa menggunakan wali hakim tanpa verifikasi dari pihak berwenang seperti KUA atau pengadilan agama.

Pernikahan Syifa Hadju yang Menggunakan Wali Hakim

Kasus penggunaan wali hakim oleh figur publik sering menjadi sorotan karena dianggap “tidak biasa”. Padahal, dalam hukum Islam dan peraturan di Indonesia, hal ini sah selama memenuhi syarat. Biasanya, penggunaan wali hakim dalam kasus publik terjadi karena:

  • Tidak adanya wali nasab yang memenuhi syarat
  • Situasi keluarga yang kompleks
  • Pertimbangan hukum dan administrasi

Dengan kata lain, penggunaan wali hakim bukan bentuk pelanggaran, melainkan solusi yang sudah diatur secara jelas dalam syariat dan hukum negara.

Wali dalam pernikahan adalah rukun yang tidak bisa diabaikan. Namun, ketika wali nasab tidak tersedia atau tidak memenuhi syarat, Islam memberikan solusi melalui wali hakim. 

Yang terpenting, proses ini harus melalui verifikasi resmi agar pernikahan tetap sah secara agama dan hukum.

Jadi, jika Anda mendengar kasus seperti Syifa Hadju menggunakan wali hakim, hal tersebut bukan sesuatu yang "aneh". melainkan bagian dari aturan yang memang sudah ada dan diakui dalam Islam. 

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Load More