- Program Green Guardians hadir memberikan pendidikan iklim holistik bagi siswa melalui pelatihan guru serta aksi nyata di sekolah.
- Kitabisa.org dan Bakti Barito menjalin kemitraan strategis dengan menargetkan total investasi sosial mencapai Rp 13 miliar rupiah.
- Dana tersebut dialokasikan untuk implementasi program di 222 sekolah serta mendukung pengembangan kader Adiwiyata selama lima tahun mendatang.
Suara.com - Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim, pendidikan tidak lagi cukup hanya mengajarkan teori di dalam kelas. Generasi muda perlu dibekali pemahaman yang utuh, mulai dari pengetahuan dasar, keterampilan praktis, hingga kesadaran untuk bertindak.
Inilah yang mendorong lahirnya pendekatan pendidikan iklim holistik seperti yang dijalankan dalam program Green Guardians. Program ini hadir bukan sekadar untuk mengenalkan istilah perubahan iklim, tetapi untuk membentuk kebiasaan dan pola pikir ramah lingkungan sejak dini.
Melalui pendekatan yang partisipatif, siswa diajak memahami isu lingkungan secara nyata, dari pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, hingga konservasi energi dan air.
Kolaborasi antara Kitabisa.org dan Bakti Barito dengan pembentukan dana abadi dengan target untuk menghasilkan total investasi sosial lebih dari Rp 13 miliar menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan iklim bisa diperkuat melalui kerja sama berbagai pihak.
Nantinya, Bakti Barito akan melipatgandakan setiap donasi publik, sementara Kitabisa.org turut memberikan pendanaan tambahan. Struktur pendanaan inovatif ini dirancang untuk mengoptimalkan dampak serta menjamin jalannya program di masa depan.
Sebanyak 70 persen dari anggaran tahunan akan dialokasikan langsung untuk implementasi program di 222 sekolah menuju sekolah Adiwiyata selama lima tahun ke depan .
Sementara itu, 30 persen sisanya akan disalurkan ke dana abadi Wakaf Produktif yang secara khusus diperuntukkan bagi keberlanjutan program Green Guardians. dan pengembangan kader Adiwiyata di masa yang akan datang.
Bersama-sama, keduanya akan membangun dukungan nyata bagi pendidikan perubahan iklim di sekolah-sekolah Indonesia melalui jangkauan digital Kitabisa.org dan metodologi terukur Bakti Barito.
“Selama lima tahun ke depan, kami akan menggandakan jangkauan dana kami untuk implementasi program Green Guardians melalui pencocokan donasi publik dan reinvestasi strategis,” ujar Alfatih Timur.
Baca Juga: Generasi Muda Jadi Kunci, Aceh Dorong Peran Kreatif dalam Pembangunan
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini bertujuan memastikan pendidikan iklim bisa berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah.
Meski begitu, esensi dari program ini tidak terletak pada pendanaan, melainkan pada dampaknya di lapangan. Guru mendapatkan pelatihan khusus untuk mengajarkan isu perubahan iklim dengan cara yang relevan dan aplikatif.
Sementara siswa dilibatkan langsung dalam aksi nyata yang berdampak pada lingkungan sekolah mereka. Menurut Dian A. Purbasari, pendekatan ini menjadi penting karena pendidikan lingkungan harus bersifat kolaboratif dan berkelanjutan.
“Kami memandang program Green Guardians sebagai sebuah upaya kolaboratif, dan kami secara aktif mengundang berbagai pihak untuk bersama-sama menjangkau lebih banyak siswa di seluruh negeri,” jelasnya.
Salah satu kekuatan utama pendidikan iklim holistik adalah kemampuannya menghubungkan pengetahuan dengan aksi. Siswa tidak hanya belajar tentang pemanasan global atau perubahan cuaca ekstrem, tetapi juga memahami bagaimana tindakan kecil, seperti memilah sampah atau menghemat air dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Pendekatan ini juga sejalan dengan program pemerintah seperti Adiwiyata, yang mendorong sekolah menjadi lebih peduli dan berbudaya lingkungan. Dukungan dari berbagai pihak membuat upaya ini semakin kuat dan terarah.
Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Jo Kumala Dewi, menyambut baik inisiatif ini. “Kolaborasi inovatif ini sangat kami apresiasi karena selaras dengan upaya kementerian dalam mempercepat pencapaian sekolah Adiwiyata dan membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh terhadap krisis iklim,” ujarnya.
Pada akhirnya, pendidikan iklim bukan hanya tentang menyelamatkan lingkungan, tetapi juga tentang mempersiapkan masa depan. Generasi muda yang memahami isu ini dengan baik akan lebih siap menghadapi tantangan global, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat.
Di era ketika perubahan iklim bukan lagi ancaman jauh, melainkan realitas sehari-hari, membangun kesadaran sejak bangku sekolah menjadi langkah yang tak bisa ditunda. Karena dari sanalah lahir generasi yang tidak hanya peduli, tetapi juga mampu bertindak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Ultah Moana Digelar Megah Setara Harga Mobil, Ria Ricis: Aku Cuma Bayar
-
Bolehkah Retinol Dicampur Moisturizer? Ini Cara Pakai yang Benar agar Kulit Tetap Aman
-
Pesta Gol Garuda! Hattrick Mitchell Lee Baker Warnai Kemenangan 5-1 atas Kamboja
-
Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi