- Elvine Gunawan dan Maudy Ayunda menekankan pentingnya empati serta kehadiran tulus bagi perempuan saat sedang menjalani fase menstruasi.
- Laurier meluncurkan kampanye "Comfort, Made Together" saat Hari Kartini untuk mengubah persepsi masyarakat dalam mendukung pengalaman emosional perempuan.
- Gerakan HADIR diperkenalkan sebagai panduan praktis agar lingkungan sosial mampu memberikan dukungan yang lebih empatik, relevan, dan bermakna.
Suara.com - Saat menstruasi, banyak perempuan mengalami perubahan yang tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga emosional. Namun, realitas yang sering terjadi di sekitar kita justru menunjukkan bahwa pengalaman ini kerap diremehkan.
Respons seperti “cukup minum air hangat” atau “istirahat saja” memang terdengar peduli, tetapi belum tentu menjawab kebutuhan emosional yang sebenarnya. Di sinilah muncul kesenjangan antara niat baik dan bentuk dukungan yang benar-benar bermakna.
Padahal, menstruasi bukan sekadar urusan individu. Cara keluarga, pasangan, hingga lingkungan kerja merespons sangat memengaruhi bagaimana perempuan menjalani fase ini.
Dukungan yang tepat bukan hanya soal solusi praktis, tetapi juga tentang empati, hadir, mendengarkan, dan memahami tanpa menghakimi. Perspektif ini diperkuat oleh Elvine Gunawan, yang menekankan bahwa menstruasi melibatkan dinamika emosional yang nyata.
“Menstruasi bukan hanya pengalaman fisik, tetapi juga melibatkan dinamika emosional yang nyata. Banyak respons muncul secara otomatis karena kebiasaan atau budaya, namun tidak selalu membuat perempuan merasa dipahami. Padahal, dukungan sering kali dimulai dari hal sederhana, seperti mendengarkan, memahami, dan memvalidasi apa yang dirasakan,” jelasnya.
Penjelasan tersebut menegaskan bahwa empati bukan sesuatu yang rumit, melainkan sikap sederhana yang sering terlewatkan. Mendengarkan tanpa menyela atau tidak buru-buru memberi solusi bisa menjadi bentuk dukungan yang jauh lebih berarti.
Pengalaman ini juga dirasakan langsung oleh Maudy Ayunda. Ia mengungkapkan bahwa respons yang terdengar “standar” belum tentu relevan dengan kebutuhan perempuan saat menstruasi.
“Sering kali kita mendengar respons yang sudah familiar, niatnya baik, tapi belum tentu sesuai dengan yang dibutuhkan. Dari pengalaman saya, hal sederhana seperti mendengarkan tanpa berasumsi atau benar-benar hadir itu sangat berarti,” ungkap Maudy.
Bagi Maudy, kehadiran yang tulus, tanpa asumsi atau penghakiman bisa membuat seseorang merasa jauh lebih dipahami. Ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam cara kita merespons dapat memberikan dampak besar secara emosional.
Baca Juga: Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja
Berangkat dari pemahaman tersebut, penting untuk melihat bahwa kenyamanan saat menstruasi tidak bisa dibangun sendirian. Ia terbentuk dari lingkungan yang suportif, di mana empati menjadi dasar utama dalam berinteraksi.
Ketika orang-orang di sekitar lebih peka, perempuan tidak hanya merasa didukung, tetapi juga lebih percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari meski sedang menstruasi.
Kampanye Laurier: Mendorong Empati yang Lebih Nyata
Sebagai upaya mendorong perubahan ini, Laurier dari Kao Indonesia meluncurkan kampanye “Comfort, Made Together: Building a Supportive World Around Menstruation” bertepatan dengan momentum Hari Kartini.
Kampanye ini tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada perubahan cara pandang masyarakat terhadap menstruasi. Laurier memperkenalkan gerakan HADIR (paHAmi, DampIngi, Respons), yang mengajak semua orang untuk memberikan dukungan yang lebih empatik dan relevan.
President Director Kao Indonesia, Shoichi Hasegawa, menegaskan pentingnya peran lingkungan sosial dalam meningkatkan kualitas hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
Terkini
-
Siapa Saja Kru Masinis Argo Bromo? Ungkap Masalah Sinyal Usai Kecelakaan Tabrak KRL
-
Selamat Tinggal Gas Melon, Bahlil Siapkan Alternatif Pengganti LPG
-
Urutan Skincare Wardah Malam untuk Cegah Penuaan Usia 30 Tahun ke Atas
-
3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
-
4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket
-
Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
-
Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek