- Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju jadi sorotan karena mewah dan dihadiri tokoh penting.
- Prabowo Subianto hadir di resepsi, memicu rasa penasaran publik.
- Netizen mempertanyakan apakah masyarakat umum bisa mengundang Presiden ke acara pernikahan.
Suara.com - Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang digelar pada Minggu, 26 April 2026 masih menjadi perbincangan. Sebab selain mewah, acara ini juga dihadiri banyak tokoh penting.
Salah satu yang kehadirannya menarik perhatian adalah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. RI 1 datang saat resepsi El Rumi di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta, pada Minggu malam.
Kehadiran Presiden Prabowo ini kemudian mengundang rasa penasaran di antara netizen. Apakah orang biasa bisa mengundang Presiden RI ke pernikahan mereka seperti El Rumi?
Terlebih, ini bukan pertama kalinya Presiden RI hadir di acara pernikahan artis. Sebelumnya Presiden ke-7 RI, Jokowi, menghadiri pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid.
Lantas, apakah orang biasa bisa mengundang Presiden RI ke acara pernikahan mereka? Jika bisa, bagaimana caranya?
Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
Kehadiran Presiden Prabowo dalam acara pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju menimbulkan pertanyaan, apakah orang biasa juga bisa melakukan hal serupa.
Secara umum, jawabannya adalah bisa, namun ada mekanisme dan pertimbangan tertentu yang harus dipahami.
Presiden pada dasarnya terbuka menerima undangan dari masyarakat, termasuk untuk acara pernikahan.
Bahkan, dulu Presiden ke-7 RI Jokowi pernah menyatakan siapa saja dipersilakan mengundangnya secara langsung dengan menyampaikan undangan resmi.
Baca Juga: Harganya di Bawah Rp50 Juta, Ini Penampakan Cincin Nikah Syifa Hadju
Meski begitu, prosesnya tidak dilakukan secara personal, melainkan melalui jalur resmi negara.
Undangan biasanya dikirimkan ke Sekretariat Presiden yang kemudian akan meneruskan dan memprosesnya sesuai prosedur.
Setelah undangan diterima, keputusan untuk hadir sepenuhnya berada di tangan Presiden.
Hal ini dipengaruhi oleh jadwal yang padat serta berbagai pertimbangan lain yang tidak bisa diintervensi oleh pihak pengundang.
Keterangan tersebut pernah juga disampaikan oleh Prof. Ali Mochtar Ngabalin selaku Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Republik Indonesia era Jokowi.
"Kalau betul-betul mau bikin pestanya, datang ke Kantor Staf Presiden bawa undangannya. Kita segera usulkan kepada Sekretariat Presiden," jelas Ngabalin, melansir YouTube Radio Elshinta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan