- Penelitian Jeffrey Green membuktikan bahwa nostalgia positif dalam reuni sekolah dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis serta rasa keterhubungan sosial.
- Ikatan Alumni SMAN 50 Jakarta menggelar kegiatan jalan santai pada 26 April 2026 untuk mempererat silaturahmi lintas generasi.
- Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesehatan mental dan fisik para alumni melalui interaksi sosial yang hangat dan bermakna.
Suara.com - Banyak orang diam-diam menghindari undangan reuni sekolah. Alasannya beragam, mulai dari rasa canggung, takut dibanding-bandingkan, hingga merasa tidak ada urgensinya untuk hadir.
Padahal, di balik obrolan ringan dan tawa yang mungkin terasa “basi” di awal, ada sesuatu yang lebih dalam sedang bekerja: nostalgia.
Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Jeffrey Green dari Virginia Commonwealth University menunjukkan bahwa nostalgia bukan sekadar perasaan melankolis yang membuat kita terjebak di masa lalu.
Justru sebaliknya, ketika seseorang mengingat momen-momen hangat, seperti persahabatan di bangku sekolah, canda di kelas, atau kegiatan ekstrakurikuler, ia bisa memicu rasa keterhubungan sosial yang lebih kuat. Dari sana, muncul rasa syukur yang berdampak langsung pada kesejahteraan psikologis.
Green sendiri tertarik meneliti topik ini karena pengalaman pribadinya. Ia kerap “tenggelam” dalam kenangan masa lalu dan merasakan efek emosional yang positif.
Dari situlah muncul pertanyaan, apakah rasa syukur itu memang efek umum dari nostalgia, atau hanya kebetulan personal? Hasil penelitiannya memperlihatkan bahwa nostalgia yang diarahkan pada pengalaman positif dapat menjadi sumber emosi yang menyehatkan, bukan sesuatu yang perlu dihindari.
Di titik inilah, reuni sekolah sebenarnya menemukan maknanya. Alih-alih sekadar ajang pamer pencapaian, reuni bisa menjadi ruang untuk “menyambung ulang” perasaan yang mungkin sempat terputus oleh waktu.
Kita kembali diingatkan pada versi diri yang lebih sederhana, sebelum tuntutan hidup menjadi kompleks seperti sekarang. Namun tentu saja, rasa canggung itu nyata.
Tidak semua orang langsung nyaman bertemu kembali dengan teman lama setelah bertahun-tahun. Ada beberapa cara sederhana agar pengalaman reuni terasa lebih ringan dan bermakna.
Baca Juga: Tayang 28 April, Wanna One Reuni di Varietas WANNA ONE GO: Back To Base
Pertama, ubah ekspektasi. Datanglah bukan untuk membandingkan hidup, tetapi untuk bernostalgia dan bersilaturahmi. Kedua, fokus pada koneksi, bukan pencapaian.
Percakapan kecil tentang kenangan sering kali lebih hangat daripada diskusi tentang karier atau status. Ketiga, beri ruang untuk diri sendiri. Tidak harus berlama-lama, hadir sebentar pun tetap memberi manfaat jika dijalani dengan terbuka.
Menariknya, konsep ini juga tercermin dalam sebuah kegiatan yang baru-baru ini digelar oleh Ikatan Alumni SMAN 50 Jakarta. Dalam acara bertajuk Fun Walk dan Halal Bihalal yang berlangsung pada 26 April 2026 di kawasan Monas, ratusan alumni dari berbagai angkatan berkumpul, berjalan santai, dan berbagi cerita.
Lebih dari 400 peserta ikut serta, melintasi rute Car Free Day dari Thamrin hingga Bundaran HI sebelum kembali ke titik awal. Yang membuatnya berbeda, acara ini tidak hanya berfokus pada nostalgia, tetapi juga kesehatan fisik dan mental.
Para peserta datang dari lintas generasi, mulai dari angkatan awal tahun 1980-an hingga lulusan terbaru. Suasana cair tercipta bukan karena semua orang saling mengenal dekat, tetapi karena ada kesamaan pengalaman yang menjadi jembatan.
Ketua Ikatan Alumni, Panca Hartanto, melihat kegiatan seperti ini sebagai lebih dari sekadar ajang kumpul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Siapa Setya Budi Dias Oktavianto? Staf KPK yang Terlibat Kasus Korupsi Bupati Pemalang
-
Bobotoh dan Jakmania Wajib Baca! Marc Klok Kirim Pesan Tegas Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste
-
Cara Merawat Pintu Mobil Keluarga Sliding Door, plus 10 Opsi Mulai 50 Jutaan Kabin Luas
-
Pajak Ada di Mana-mana, Kapan Manfaatnya Benar-benar Dirasakan Kita Semua?
-
Kejagung Tolak Komentar dan Serahkan Kasus Kematian Tak Wajar Sutrimo ke Polisi
-
6 Manfaat Testosteron Menurut Androlog, Tidak Cuma Soal Gairah Seks
-
Anggaran Wisata Religi Bandar Lampung jadi Sorotan BPK
-
Polisi Tutup Kasus Kim Soo Hyun, Tuduhan Eksploitasi Anak Tak Terbukti
-
Seoul Busters: Ketika Tim yang Dianggap Gagal Mengajarkan Arti Kerja Sama
-
Ini Penyebab Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Panasnya Konflik Global