Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 29 April 2026 | 16:35 WIB
Apa Itu Kereta Aling-aling? Mendadak Ramai Gegara Kecelakaan di Stasiun Bekasi (Instagram)
Baca 10 detik
  • Kereta aling-aling adalah gerbong pelindung benturan yang menyelamatkan nyawa saat terjadi tabrakan darurat.
  • Kebijakan era Ignasius Jonan ini memicu pro-kontra hingga pintu gerbong dilas mati demi keamanan.
  • Teknologi modern Crash Energy Management (CEM) asal AS jadi solusi ideal pengganti aling-aling tradisional.

Kondisi gelap, berdebu, dan sangat steril membuat gerbong ini tampak menyeramkan. Penumpang nakal pun ketakutan dan mulai menyebutnya sebagai kereta setan atau kereta hantu.

Sikap Tegas Direksi KAI Tanpa Kompromi

PT KAI tidak pernah main-main soal nyawa dan keselamatan operasional. Julukan angker dibiarkan saja demi tegaknya aturan ketat di lapangan.

Pernah suatu ketika, ratusan oknum berhasil membobol gerbong aling-aling dan stasiun gagal mengatasinya. Direksi langsung bertindak tegas dengan memutasi Kepala Daerah Operasi (Kadaop) di Cirebon.

Direksi menilai Kadaop tersebut gagal mendukung kebijakan keselamatan perusahaan. Seharusnya, gerbong belakang itu dilepas dan ditinggal saja sebagai pelajaran bagi para pengganggu fasilitas umum.

Masa Depan Keselamatan Kereta Api

Kini, KAI patut diacungi jempol karena berhasil melewati masa transisi berdarah tersebut. Kebutuhan gerbong bagasi sebagai pelindung penumpang juga sudah terpenuhi secara bertahap.

Namun, operasional kereta aling-aling konvensional tetap memiliki kelemahan dari sisi teknis dan ekonomis. Dunia luar sudah mulai beralih ke teknologi yang jauh lebih canggih.

Amerika Serikat, misalnya, telah mengembangkan teknologi Crash Energy Management (CEM). Alat penyerap energi tabrakan ini terbukti sangat efektif menekan tingkat kerusakan secara revolusioner.

Baca Juga: Jawab Wacana Gerbong Perempuan ke Tengah, Dirut KAI: Semua Berhak Selamat

Load More