- Perubahan perilaku belanja masyarakat Indonesia kini beralih ke platform digital melalui konten kreatif dan siaran langsung.
- Indodana PayLater menggelar Temu Mitra Bisnis di Bandung untuk membahas adaptasi pelaku usaha terhadap ekosistem digital.
- Pelaku usaha dituntut memanfaatkan kolaborasi platform dan layanan pembiayaan guna memperluas jangkauan serta meningkatkan pertumbuhan bisnis.
Suara.com - Kalau dulu orang datang ke toko untuk mencari barang yang dibutuhkan, kini prosesnya sering kali dimulai dari layar ponsel. Satu video singkat, siaran live shopping, atau rekomendasi kreator konten bisa langsung memicu keputusan membeli hanya dalam hitungan menit.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana social commerce semakin mengubah perilaku belanja masyarakat Indonesia. Platform digital kini tidak hanya menjadi tempat mencari hiburan, tetapi juga ruang untuk menemukan inspirasi produk, membandingkan harga, hingga menyelesaikan transaksi dalam satu ekosistem.
Perubahan tersebut juga mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi. Kehadiran toko fisik saja kini tidak lagi cukup. Banyak brand dan UMKM mulai memanfaatkan konten digital, live streaming, serta berbagai pilihan pembayaran digital agar dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Tren inilah yang menjadi salah satu pembahasan dalam acara Temu Mitra Bisnis Indodana PayLater yang digelar di Bandung dan diikuti lebih dari 300 pelaku usaha dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto, mengatakan konsumen saat ini semakin mengutamakan pengalaman berbelanja yang praktis, fleksibel, dan terintegrasi dengan platform digital.
"Seiring meningkatnya kebutuhan konsumen akan pengalaman berbelanja yang praktis dan fleksibel, kami berkomitmen menghadirkan proses transaksi yang mudah, aman, dan seamless melalui ekosistem merchant yang terus berkembang. Kami juga percaya bahwa kemudahan akses pembiayaan perlu diimbangi dengan penggunaan yang bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.
Selain membahas perkembangan layanan Buy Now Pay Later (BNPL), acara tersebut juga mengulas bagaimana konten digital kini memiliki pengaruh besar terhadap keputusan belanja masyarakat.
Brand Partnership Manager TikTok Indonesia, Moritz Binsar Sinaga, turut berbagi pandangan mengenai perkembangan social commerce dan perubahan perilaku konsumen di era digital. Menurutnya, pemanfaatan platform digital menjadi salah satu peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar.
Hal serupa disampaikan Assistant Manager SHARP Bandung Branch, Teuku Kesha. Ia menilai kolaborasi antara brand, platform digital, dan layanan pembiayaan kini menjadi bagian penting dalam membangun bisnis yang mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen.
Baca Juga: Usai Isu Reshuffle Menkeu, Purbaya Kini Janji Lakukan Penghematan Belanja Besar-besaran
"Merchant yang mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen akan memiliki peluang pertumbuhan yang lebih besar," katanya.
Melihat tren tersebut, Indodana PayLater terus memperluas kolaborasi dengan merchant lokal maupun nasional. Saat ini layanannya telah terhubung dengan lebih dari 50.000 merchant online dan offline di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan juga menekankan pentingnya penggunaan layanan pembiayaan secara bijak agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi konsumen sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten