- Insira Memorial Park resmi beroperasi di wilayah Jabodetabek untuk menjawab tingginya kebutuhan lahan pemakaman Muslim yang tertata.
- Pembangunan tahap awal mencakup area seluas 30 hektare yang menyediakan berbagai fasilitas pendukung serta layanan pemakaman 24 jam.
- Masyarakat mulai menyiapkan lahan pemakaman sejak dini sebagai bentuk perencanaan hidup agar meringankan beban keluarga saat masa duka.
Suara.com - Membahas perencanaan akhir hayat mungkin masih dianggap tabu oleh sebagian orang. Padahal, semakin banyak keluarga yang mulai melihatnya sebagai bagian dari perencanaan hidup, layaknya menyiapkan dana pendidikan, asuransi, atau dana pensiun.
Salah satu hal yang mulai dipersiapkan sejak dini adalah ketersediaan lahan pemakaman. Langkah ini dinilai dapat mengurangi beban keluarga ketika menghadapi masa duka, sekaligus memberikan kepastian mengenai lokasi pemakaman yang sesuai dengan kebutuhan dan keyakinan.
Fenomena tersebut juga dipengaruhi oleh semakin terbatasnya lahan pemakaman, terutama di kawasan perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat memilih menyiapkan tempat peristirahatan terakhir jauh sebelum benar-benar dibutuhkan.
Melihat kebutuhan tersebut, Insira Memorial Park resmi memasuki tahap operasional setelah menyelesaikan pembangunan klaster pertamanya. Kawasan pemakaman Muslim ini kini telah melayani kebutuhan pemakaman at need, yakni layanan yang digunakan saat kedukaan terjadi.
Direktur Utama Insira Memorial Park, Nugrohadi Yuwono, mengatakan kesiapan operasional tersebut ditandai dengan dimulainya serah terima sertifikat kepemilikan kepada pelanggan.
"Saat ini perkembangan Insira Memorial Park sudah memasuki tahap operasional. Cluster pertama telah selesai dan resmi dapat difungsikan, sehingga layanan pemakaman at need sudah dapat dilaksanakan di area ini," ujarnya.
Menurut Nugrohadi, sertifikat yang diterima pelanggan tidak hanya menjadi bukti kepemilikan dan hak pemanfaatan lahan, tetapi juga memberikan kepastian legalitas serta layanan perawatan area makam.
Ia menambahkan, pengembangan tahap awal kawasan ini mencakup area seluas lebih dari 30 hektare dan masih berpotensi diperluas hingga sekitar 100 hektare untuk menjawab kebutuhan lahan pemakaman Muslim di wilayah Jabodetabek.
"Ekspansi ini kami siapkan untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan lahan pemakaman Muslim yang tertata dan sesuai syariat, khususnya di wilayah Jabodetabek," kata Nugrohadi.
Baca Juga: "Vidi Tetap Hidup": Cara Fans Rayakan Ulang Tahun sang Idola dengan Doa dan Aksi Sosial
Tak hanya menyediakan area pemakaman, kawasan ini juga dirancang dengan berbagai fasilitas pendukung seperti masjid, musala, lounge, restoran, area bermain anak, jalur pejalan kaki yang ramah lansia dan penyandang disabilitas, serta layanan pemakaman yang beroperasi selama 24 jam.
Bagi sebagian pelanggan, keputusan membeli lahan pemakaman bukan didorong rasa pesimistis, melainkan bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Tri Endah Handayani, salah satu pelanggan Insira Memorial Park, mengaku ingin memastikan anak-anaknya tidak kesulitan mencari lokasi pemakaman ketika waktunya tiba.
"Saya pengen di akhir hidup saya sudah menyiapkan tempat yang layak. Jadi anak-anak sudah tahu tempatnya dan saya juga tidak terlalu menyusahkan mereka nantinya," katanya.
Hal senada disampaikan Arbianti. Ia mengaku sejak lama ingin menyiapkan area pemakaman keluarga sebagai bagian dari perencanaan masa depan. Selain lokasi yang mudah dijangkau, akses menuju kawasan juga menjadi pertimbangan penting agar keluarga dapat lebih mudah berziarah.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan jangka panjang, mempersiapkan kebutuhan akhir hayat perlahan mulai dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab kepada keluarga. Meski masih jarang dibicarakan, langkah tersebut kini menjadi salah satu bentuk antisipasi agar orang-orang terdekat tidak perlu menghadapi beban tambahan di tengah suasana kehilangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim