Suara.com - Media sosial kembali diramaikan dengan sebuah praktik pijat bayi yang menuai pro dan kontra, yaitu totok sirih di Palembang.
Video yang memperlihatkan bayi dipijat menggunakan teknik tertentu dengan media daun sirih langsung viral dan memicu reaksi keras dari masyarakat, terutama tenaga medis.
Di satu sisi, praktik ini diklaim sebagai terapi tradisional yang bermanfaat.
Namun di sisi lain, banyak pihak termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menyatakan kekhawatiran serius terkait keamanan metode tersebut.
Lalu, sebenarnya apa yang membuat praktik ini kontroversial? Dan bagaimana cara pijat bayi yang benar menurut medis?
Kontroversi Totok Sirih pada Bayi
Kasus ini mencuat setelah beredarnya video praktik “totok daun sirih” pada bayi di Palembang. Dalam video tersebut, terlihat bayi mendapatkan tekanan pada titik-titik tertentu dengan alat maupun tangan, yang dinilai cukup kuat untuk ukuran bayi.
Menurut tanggapan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tubuh bayi dan balita masih sangat sensitif, baik dari segi jaringan otot, saraf, maupun organ dalam.
Oleh karena itu, tindakan yang melibatkan tekanan berlebihan atau teknik yang tidak terstandarisasi dapat berisiko.
Beberapa poin yang menjadi sorotan dalam kontroversi ini antara lain:
Baca Juga: Deretan Artis Pernah Rasakan Totok Sirih Ferizka Utami, Kini Ramai Dikecam soal Pijat Bayi
- Tekanan berlebih pada tubuh bayi yang berpotensi menyebabkan cedera
- Tidak adanya standar medis dalam praktik totok sirih
- Minimnya bukti ilmiah terkait manfaat metode tersebut
- Risiko gangguan pada tulang, saraf, dan organ bayi
Ketua IDAI juga menekankan bahwa terapi alternatif pada bayi harus sangat berhati-hati dan sebaiknya berbasis bukti ilmiah serta dilakukan oleh tenaga profesional.
Mengapa Bayi Tidak Boleh Dipijat Sembarangan?
Bayi bukanlah "miniatur orang dewasa". Struktur tubuh mereka masih berkembang, sehingga:
- Tulang masih lunak dan mudah berubah bentuk
- Kulit lebih tipis dan sensitif
- Sistem saraf belum matang sepenuhnya
- Organ dalam masih rentan terhadap tekanan
Oleh karena itu, teknik pijat yang terlalu keras atau tidak tepat justru bisa menimbulkan dampak negatif, seperti trauma fisik hingga gangguan perkembangan.
Tahapan Pijat Bayi yang Benar Menurut IDAI
Agar aman dan memberikan manfaat optimal, pijat bayi perlu dilakukan dengan alur yang tepat. Berikut tahapan lengkap yang direkomendasikan oleh IDAI.
Sebelum memulai, pastikan beberapa hal berikut:
- Ruangan hangat dan tenang agar bayi merasa nyaman
- Tangan bersih dan kuku pendek untuk mencegah iritasi kulit
- Gunakan minyak khusus bayi untuk mengurangi gesekan
- Pastikan bayi dalam kondisi tenang, sadar, dan tidak mengantuk berlebihan
Persiapan ini penting karena kenyamanan bayi sangat memengaruhi efektivitas pijat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim