Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi Ki Hajar Dewantara (suara.com/Dok. Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta tahun 1889 dan berjuang melawan ketidakadilan kolonial melalui tulisan kritis.
  • Ia mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922 untuk menyediakan akses pendidikan bermutu bagi seluruh rakyat pribumi.
  • Pemerintah Indonesia menetapkan beliau sebagai Bapak Pendidikan Nasional atas kontribusi membangun sistem pendidikan nasional pasca kemerdekaan.

Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta.

Sekolah ini didirikan agar rakyat Indonesia, terutama pribumi, bisa memperoleh pendidikan yang bermutu, terjangkau, dan menanamkan rasa kebangsaan.

Berbeda dengan sistem kolonial, Taman Siswa menekankan:

  • Pendidikan untuk semua golongan
  • Pembentukan karakter dan budi pekerti
  • Cinta tanah air
  • Kemandirian berpikir
  • Kebudayaan nasional

Inilah tonggak penting yang membuatnya dikenang sebagai pelopor pendidikan nasional.

Pencetus Filosofi Pendidikan Indonesia

Ki Hajar Dewantara juga mewariskan semboyan terkenal:

Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan)

Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat)

Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan)

Baca Juga: Apa Arti 3 Semboyan Ki Hajar Dewantara? Ini Makna Ing Ngarsa Sung Tuladha hingga Tut Wuri Handayani

Semboyan Tut Wuri Handayani kemudian menjadi motto pendidikan Indonesia hingga kini.

Gagasan pendidikannya menempatkan guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembimbing yang memerdekakan murid.

Menjadi Menteri Pendidikan Pertama

Setelah Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara dipercaya menjadi Menteri Pengajaran pertama dalam kabinet Republik Indonesia.

Perannya sangat besar dalam merintis sistem pendidikan nasional di masa awal kemerdekaan.

Resmi Dijuluki Bapak Pendidikan Nasional

Load More