- Aliansi BEM SI Kerakyatan melakukan demonstrasi di kantor Kementerian Diktisaintek, Jakarta, Senin (4/5) untuk memprotes kinerja pemerintah.
- Mahasiswa memberikan kartu kuning kepada Wakil Menteri Diktisaintek sebagai bentuk kekecewaan atas penanganan masalah pendidikan yang dianggap belum serius.
- Massa menuntut pemerintah menjalankan pakta integritas terkait tujuh isu pendidikan dalam waktu 2x24 jam atau akan melakukan aksi lanjutan.
Suara.com - Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan melakukan aksi demonstrasi di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) di Senayan, Jakarta Selatan, Senin (4/5) sore.
Para mahasiswa tersebut mengacungkan kartu kuning kepada Wakil Menteri Diktisaintek, Fauzan, yang mendatangi massa aksi di luar gedung. Kartu itu disebut sebagai bentuk protes atas kinerja kementerian yang dinilai gagal menyentuh akar persoalan pendidikan.
Koordinator Jakarta BEM SI BSJB, Farizal Vasah Kautsar, menyebut aksi ini merupakan puncak kekecewaan mahasiswa terhadap pemerintah.
“Selama ini kami sudah memberikan kajian ilmiah apa yang menjadi permasalahan pendidikan secara fundamental. Berbicara mengenai tiga dosa besar perguruan tinggi, tetapi sampai sekarang tidak ada satu pun program dari kementerian yang berbicara pengentasan permasalahan terkait hal tersebut,” ujar Farizal saat orasi.
Tiga dosa besar perguruan tinggi yang dimaksud antara lain kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi. Ketiga persoalan ini dinilai masih marak terjadi tanpa penanganan sistemik dari pemerintah.
Selain itu, mahasiswa juga mengkritik pola kerja kementerian yang dianggap lebih banyak bersifat seremonial. Farizal menilai kegiatan yang dilakukan belum memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika.
“Mengumpulkan seluruh rektor untuk mengadakan FGD di hotel-hotel mewah. Itu tidak baik, Bapak!” kritiknya.
Atas dasar itu, BEM SI Kerakyatan memberikan kartu kuning sebagai peringatan keras bagi kementerian, termasuk sektor pendidikan dasar dan menengah, yang dinilai belum menyentuh akar masalah pendidikan nasional.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga mendesak Wakil Menteri Diktisaintek, Fauzan, untuk menandatangani pakta integritas berisi tujuh tuntutan. Di antaranya menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama negara, menghapus komersialisasi pendidikan, hingga menjamin lingkungan kampus yang aman dari kekerasan seksual dan fisik.
Baca Juga: Berhitung Bea Masuk Sekolah, Dilema Kaum Menengah Jelang Tahun Ajaran Baru
Tuntutan lainnya mencakup transparansi anggaran pendidikan, kebebasan akademik tanpa intervensi, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk tenaga honorer.
Mahasiswa memberi tenggat waktu 2x24 jam bagi pemerintah untuk merespons tuntutan tersebut.
“Apabila dalam waktu 2x24 jam sejak ditandatanganinya pakta integritas ini tidak terdapat langkah konkret dan tindak lanjut yang jelas, maka dengan ini Aliansi BEM SI Kerakyatan bersama koalisi masyarakat sipil menyatakan akan kembali melakukan aksi massa secara serentak di berbagai wilayah Indonesia dengan jumlah partisipan yang lebih besar,” pungkas Farizal.
Berita Terkait
-
Berhitung Bea Masuk Sekolah, Dilema Kaum Menengah Jelang Tahun Ajaran Baru
-
PNM Perluas Akses Pendidikan dari Beasiswa hingga Ruang Pintar PNM di Pelosok Negeri
-
4 Dokter Muda Meninggal Saat Magang Sejak Februari 2026, Seberapa Berat Beban Kerja Nakes?
-
Hardiknas di Patung Kuda, BEM SI Bawa 10 Tuntutan Pendidikan
-
Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas