Lifestyle / Female
Selasa, 05 Mei 2026 | 07:20 WIB
Tren Fashion Berkelanjutan Kian Menguat, Gerakan “Share The Style” Ajak Masyarakat Berbagi (Instagram/Pomelo)
Baca 10 detik
  • Pomelo memperluas akses produk fashion bagi perempuan di Indonesia melalui integrasi platform digital dan sembilan toko offline.
  • Brand fashion Pomelo meluncurkan kampanye Share The Style untuk mengajak pelanggan mendonasikan pakaian layak pakai di tokonya.
  • Pakaian hasil donasi dikelola melalui jalur donasi, penjualan kembali, dan daur ulang bekerja sama dengan mitra terkait.

Suara.com - Di tengah perubahan gaya hidup yang semakin sadar lingkungan, tren fashion kini bergerak ke arah yang lebih bermakna. Bukan lagi sekadar soal mengikuti tren, berbusana kini juga menjadi cara untuk mengekspresikan nilai, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. 

Inilah yang mendorong Pomelo untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan semangat zaman. Dikenal lewat desain modern dan premium yang menyasar perempuan Asia, brand ini telah berkembang pesat sejak didirikan pada 2013. 

Pomelo tidak hanya menawarkan produk fashion, tetapi juga pengalaman belanja omnichannel yang mengintegrasikan platform digital dengan toko fisik. 

Di Indonesia sendiri, Pomelo semakin memperkuat kehadirannya dengan menjangkau komunitas #PomeloGirls melalui sembilan toko offline serta berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Zalora.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses yang lebih luas bagi perempuan untuk mengekspresikan gaya mereka, kapan saja dan di mana saja tanpa batasan.

Namun, lebih dari sekadar ekspansi bisnis, Pomelo juga membawa misi yang lebih besar: mendorong fashion yang bertanggung jawab. 

Hal ini diwujudkan melalui kampanye terbarunya bertajuk “Share The Style”, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk berbagi sekaligus berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Melalui inisiatif ini, pelanggan dapat membawa pakaian pre-loved mereka ke seluruh toko offline Pomelo di Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, setiap partisipan akan mendapatkan voucher senilai Rp50.000. 

Pakaian yang terkumpul kemudian akan melalui proses kurasi dan dibagi ke dalam tiga jalur utama: donasi, penjualan kembali (resell), dan daur ulang.

Baca Juga: Selembut Dessert, ButterLux dari Aldo Tawarkan Gaya Nyaman dan Stylish untuk Gen Z

Pakaian yang masih layak pakai akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, item dengan kondisi sangat baik akan diberi “kesempatan kedua” melalui penjualan kembali. 

Adapun pakaian yang sudah tidak layak pakai akan diproses menjadi material baru yang lebih bermanfaat, mengurangi limbah tekstil yang selama ini menjadi isu global.

Untuk memastikan proses ini berjalan optimal, Pomelo menggandeng Cinta Laura Foundation sebagai mitra penyaluran donasi, serta Rantai Textile Lestari untuk pengelolaan daur ulang dan resell. 

Kolaborasi ini menjadi kunci agar setiap pakaian yang dikumpulkan benar-benar memberikan dampak nyata. Head of Marketing Pomelo Indonesia, Jessica Kiunnedy, menegaskan bahwa fashion memiliki peran yang jauh lebih besar dari sekadar penampilan.

“Kami percaya bahwa fashion memiliki peran yang lebih besar dari sekadar gaya. Melalui ‘Share The Style’, kami mengajak masyarakat di Indonesia untuk tetap tampil percaya diri sambil berkontribusi dalam perjalanan menuju masa depan fashion yang lebih berkelanjutan. Setiap pakaian yang didonasikan membawa makna, sebagai bentuk dukungan nyata bagi mereka yang membutuhkan dan membuat langkah kecil menjadi dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Kampanye ini sekaligus merefleksikan perubahan cara pandang masyarakat terhadap fashion. Jika dulu pakaian cenderung dianggap sebagai barang konsumsi cepat, kini semakin banyak orang mulai melihatnya sebagai bagian dari siklus yang bisa diperpanjang.

Load More