Suara.com - Di tengah surplus produksi pangan dan tingginya limbah makanan, masyarakat Indonesia masih menghadapi persoalan ketimpangan akses pangan dan kelaparan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan nasional pada 2025 mencapai 7,89 persen. Sejumlah wilayah seperti Maluku bahkan mencapai 30,54 persen, sementara 62 kabupaten/kota di Indonesia masih tergolong rentan rawan pangan.
Kondisi ini mendorong pasangan Herman Andrianto dan Astrid Paramita mendirikan Food Cycle Indonesia pada November 2017. Komunitas ini menjadi penghubung antara pihak yang memiliki makanan berlebih dengan masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membantu mengurangi limbah pangan.
Mengurangi Limbah Pangan Lewat Gerakan Berbagi
Business Development dan Marketing Food Cycle Indonesia, Kukuh Napaki mengatakan bahwa surplus yang ada merupakan bentuk sedekah bagi orang yang membutuhkan.
“Jargon di Food Cycle bahwa makanan berlebih itu harusnya jadi sedekah bukan jadi limbah,” jelasnya.
Dampak paling signifikan terlihat pada anggaran bulanan panti asuhan atau komunitas binaan. Melalui distribusi rutin makanan layak konsumsi seperti roti, nasi goreng, hingga ayam goreng, lembaga mitra dapat mengalihkan anggaran yang sebelumnya digunakan untuk biaya makan ke kebutuhan operasional lainnya.
"Misalkan panti asuhan, sebelum ada donasi dari Food Cycle, mereka harus menghabiskan sekian juta budget untuk memberi makan penghuninya. Tapi karena ada donasi rutin, pengeluaran mereka jadi berkurang drastis dan itu tentu bisa dialokasikan untuk keperluan lain," ujar Kukuh.
Penyaluran Tepat Sasaran
Untuk menjaga akuntabilitas, FCI tidak membagikan makanan secara langsung di pinggir jalan, melainkan melalui koordinasi dengan lembaga atau komunitas lokal yang telah melalui proses asesmen dan penandatanganan MOU.
Baca Juga: Sedekah yang Berubah Jadi Tagihan: Tradisi atau Tekanan Sosial?
Hal ini memastikan bahwa distribusi tepat sasaran dan pengelolaan makanan di tangan penerima manfaat tetap higienis. Selain itu, FCI melakukan pengecekan kelayakan fasilitas mitra, seperti ketersediaan lemari pendingin, agar makanan yang diberikan tidak rusak.
Sejauh ini, Food Cycle Indonesia telah menyelamatkan sekitar 1.680 ton makanan yang setara dengan 4,2 juta emisi gas rumah kaca. Melalui visi sistem pangan sirkular, komunitas ini mengajak masyarakat dan industri untuk lebih bijak mengolah makanan dan memastikan agar tidak terbuang sia-sia. Target mereka sederhana namun mendalam, yakni memastikan setiap kelebihan pangan dapat memberikan nilai baru bagi mereka yang membutuhkan daripada hanya menumpuk di TPA, menghasilkan gas metana, dan merusak lingkungan.
"Semoga kita jadi lebih aware dengan masalah sosial di sekitar kita, teman-teman atau saudara-saudara kita yang lain, dan lebih bijak lagi mengolah makanannya. Tidak sekadar sembarang belanja, tapi juga setelah itu dipikirkan sisanya bagaimana. Langkah baiknya kalau kita bisa bagi-bagi, kita bisa memberikan manfaat ke lebih banyak orang di sekitar kita," harap Kukuh.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok