- Ahmad Dhani kembali jadi sorotan usai mengungkit alasan perceraiannya dengan Maia Estianty.
- Ia menyebut dugaan perselingkuhan sebagai alasan perceraian pada 2006.
- Pernyataan itu memicu pertanyaan publik soal pandangan Islam terhadap pasangan yang berselingkuh.
Suara.com - Pernyataan Ahmad Dhani soal alasan perceraian dengan mantan istrinya kembali menjadi perhatian publik.
Ucapannya yang menyinggung soal isu perselingkuhan pun memicu banyak perbincangan di media sosial.
Dalam keterangannya, Ahmad Dhani menyebut dirinya menceraikan Maia Estianty pada tahun 2006 karena dugaan perselingkuhan.
"Bulan Desember tahun 2006. Jadi karena, karena Maia selingkuh, saya ceraikan dia," tutur Ahmad Dhani saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Selasa, 5 Mei 2026.
Pernyataan tersebut kemudian membuat banyak orang penasaran mengenai bagaimana pandangan Islam terhadap pasangan yang berselingkuh.
Apakah istri yang selingkuh wajib diceraikan dalam Islam seperti yang ramai dibahas gegara pernyataan Ahmad Dhani?
Apakah Istri yang Selingkuh Harus Diceraikan dalam Islam?
Dalam Islam, perceraian memang diperbolehkan meski menjadi jalan terakhir dalam sebuah pernikahan.
Namun, keputusan bercerai tetap memiliki aturan dan pertimbangan tertentu yang perlu dipahami dengan bijak.
Lantas, apakah istri yang selingkuh wajib diceraikan dalam Islam?
Baca Juga: Pujian Juri The Icon Indonesia Dinilai Berlebihan, Titi DJ dan Ahmad Dhani Diserbu Kritikan
Dalam ceramahnya di YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa pasangan yang berselingkuh tidak selalu harus langsung diceraikan.
Menurutnya, seseorang bisa saja "terpeleset" dalam kesalahan dan masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri jika menunjukkan penyesalan yang sungguh-sungguh.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menyarankan agar pasangan yang diselingkuhi tetap mengedepankan kepala dingin dan tidak terburu-buru mengambil keputusan saat emosi memuncak.
Ia menilai bahwa memberikan kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki rumah tangga bisa menjadi pilihan yang lebih baik apabila masih ada komitmen untuk berubah.
Namun, Buya Yahya juga menegaskan bahwa perceraian dapat menjadi jalan terakhir apabila pelaku perselingkuhan tidak menunjukkan penyesalan atau tidak ada keinginan memperbaiki hubungan.
"Kalau ada tanda-tanda penyesalan, tentu yang terbaik adalah membantu pasangan tersebut. Namun, jika tidak, maka jalan terbaik adalah berpisah secara baik-baik," ujar Buya Yahya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung