Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:35 WIB
pembagian daging kurban (ist)
Baca 10 detik
  • Masyarakat mulai beralih menggunakan wadah ramah lingkungan untuk pembagian daging kurban guna mengurangi limbah plastik sekali pakai.
  • Pilihan wadah alami tersebut meliputi besek bambu, daun jati, daun kelapa, bongsang, serta rantang makanan yang tahan lama.
  • Penggunaan alternatif ini dilakukan masyarakat di berbagai daerah pada Iduladha 2024 sebagai solusi ekonomis dan menjaga lingkungan.

Masyarakat Kulon Progo diketahui telah menggunakan daun kelapa sebagai pembungkus daging kurban sejak beberapa tahun terakhir. Inisiatif tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat Iduladha.

Daun kelapa biasanya dipadukan dengan daun jati sebagai alas pembungkus. Selain murah dan mudah ditemukan, bahan alami ini juga lebih cepat terurai dibanding plastik.

Proses pembuatannya sering dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar. Tradisi tersebut sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Kurban.

4. Bongsang

Bongsang merupakan kemasan tradisional berbahan anyaman bambu yang dahulu cukup populer di masyarakat Betawi. Pada era 1980 hingga 1990-an, bongsang banyak digunakan sebagai pembungkus buah maupun makanan.

Kini, bongsang mulai kembali digunakan sebagai wadah distribusi daging kurban ramah lingkungan. Daging biasanya dibungkus terlebih dahulu menggunakan daun jati atau daun pisang sebelum dimasukkan ke dalam bongsang.

Penggunaan bongsang telah dilakukan sejumlah masyarakat di Jakarta Selatan untuk mengurangi limbah plastik saat pembagian daging kurban. Selain ramah lingkungan, kemasan ini juga terlihat unik dan tradisional.

Karena berbahan alami, bongsang lebih mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan dalam jangka panjang. Penggunaan kembali kemasan tradisional ini juga membantu melestarikan budaya lokal.

5. Rantang Makanan

Rantang Makanan menjadi pilihan wadah yang dapat digunakan berulang kali. Rantang biasanya terbuat dari stainless steel atau plastik tebal sehingga lebih tahan lama untuk kebutuhan rumah tangga.

Penggunaan rantang dinilai efektif mengurangi sampah plastik sekali pakai saat Iduladha. Penerima daging kurban bahkan dapat membawa wadah sendiri dari rumah sehingga distribusi menjadi lebih hemat dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Menyimpan Daging Kurban di Kulkas Apakah Harus Dicuci Dulu? Ini Cara yang Tepat

Selain praktis, rantang juga lebih aman untuk menyimpan makanan karena dapat ditutup rapat. Wadah ini memudahkan masyarakat membawa daging tanpa khawatir tumpah atau tercecer.

Budaya membawa wadah sendiri juga mendorong gaya hidup reuse atau penggunaan ulang barang yang masih layak pakai. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi volume sampah rumah tangga secara signifikan.

Load More