-
Fenomena weekend warrior tingkatkan risiko cedera otot dan gangguan sendi pekerja.
-
Dr. Veranika Darmidy sarankan teknologi radiofrekuensi 448 kHz untuk pemulihan jaringan.
-
WHO rekomendasikan konsistensi aktivitas fisik 150 menit per minggu cegah cedera.
Suara.com - Sibuk bekerja dari Senin hingga Jumat membuat para pekerja melakukan olahraga intens di akhir pekan seperti gym, lari jarak jauh, hiking, hingga padel berjam-jam. Fenomena ini disebut weekend warrior yang ternyata dapat meningkatkan risiko cedera otot hingga gangguan sendi.
Penelitian yang dipublikasikan BMC Public Health 2025 mengungkapkan jika dilihat dari kacamata kesehatan, tren weekend warrior dibanding tidak berolahraga, sama sekali terbukti mampu menurunkan risiko kematian akibat kanker hingga penyakit jantung.
Namun, para ahli mengingatkan ada catatan penting di balik tren tersebut, yakni tubuh tetap membutuhkan adaptasi dan recovery. Apalagi saat tubuh tidak punya waktu beradaptasi, olahraga intens mendadak saat weekend bisa meningkatkan risiko cedera.
Seiring tren weekend warrior yang kian digandrungi anak muda, Kepala Klinik Utama MOTIVA dr. Veranika Darmidy, Sp.KO, SubSp.ALK (K) meyakini penanganan cedera dan pemulihan tubuh kini sudah menjadi kebutuhan krusial.
Apalagi teknologi penanganan cedera dan pemulihan tubuh kini semakin canggih. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi radiofrekuensi 448 kHz yang diyakini mampu merangsang proses pertumbuhan jaringan baru (regenerasi) dari dalam tubuh.
Teknologi yang terkandung dalam INDIBA Activ ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi inflamasi, meredakan nyeri, serta mempercepat proses penyembuhan alami jaringan tubuh. Dengan demikian, cedera atau gangguan sendi usai berolahraga dapat pulih lebih cepat.
“Teknologi baru dan modern dapat memperkuat komitmen kami untuk memberikan layanan terapi yang optimal dan efektif, sehingga pasien mendapatkan manfaat maksimal dalam proses pemulihan mereka,” ungkap dr. Veranika dalam keterangan yang diterima Suara.com, Minggu (10/5/2026).
Masalah cedera olahraga sangat dekat dengan masyarakat urban, khususnya pekerja yang duduk berjam-jam di depan laptop sepanjang minggu, minim peregangan, lalu mendadak melakukan olahraga intens di akhir pekan demi menjaga kebugaran atau mengejar target tubuh ideal.
Akibatnya, tubuh yang kurang adaptif menjadi lebih rentan mengalami inflamasi, spasme otot, hingga cedera berulang.
Baca Juga: Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
Situs Mayo Clinic menyebut fenomena ini dengan istilah weekend warrior athlete. Di Indonesia, ajang kompetisi lari, padel, hingga hiking di akhir pekan termasuk olahraga rekreasional yang terus meningkat setelah pandemi.
Masyarakat kini semakin sadar pentingnya kesehatan preventif dan kualitas hidup. Sayangnya, kesadaran soal recovery tubuh sering kali masih rendah.
Padahal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aktivitas fisik ideal tidak hanya soal intensitas olahraga, tetapi juga konsistensi, pemulihan tubuh, dan pengurangan sedentary lifestyle atau terlalu lama duduk.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik sedang minimal 150 menit per minggu disertai latihan penguatan otot secara bertahap untuk mengurangi risiko penyakit kronis dan cedera muskuloskeletal.
Dalam terapi penanganan cedera, teknologi radiofrekuensi yang menghasilkan panas melalui INDIBA Activ ini menggunakan dua mode terapi utama, yaitu kapasitif dan resistif. Kapasitif berarti energi radiasi berinteraksi dengan jaringan lunak, sedangkan mode resistif lebih banyak berinteraksi dengan jaringan keras.
“Kapasitif dan resistif memungkinkan penanganan efektif pada berbagai jenis jaringan tubuh, mulai dari jaringan lunak seperti otot hingga jaringan padat seperti tendon, ligamen, dan sendi,” jelas dr. Veranika.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali