Tiga sesi kegiatan itu adalah: Temukan Teman, Temukan Suara, dan yang paling esensial, Temukan Rasa. Gladys menekankan bahwa sebagai manusia, kita sering kali tidak membutuhkan solusi, melainkan koneksi.
"Di situ koneksi muncul, berasa nyaman, dan berasa terhubung... beban tuh bisa bareng-bareng diangkat. Itulah definisi rumah buat kita," ungkapnya.
Bagi Meda, momen paling berkesan adalah ketika energi antara penampil dan peserta saling bertukar. Ia bercerita tentang para perantau atau mereka yang memiliki isu kesehatan mental yang akhirnya berani keluar kamar karena menemukan keluarga di NBJ.
Meda menegaskan visinya, "Aku mau buktikan bahwa semua orang yang bisa ngomong, pasti bisa nyanyi. Makanya terbentuklah Nyanyi Bareng Jakarta".
“Buat aku semua momen NBJ sangat berarti karena pertukaran energi tadi yang akhirnya menjadi sinergi buat semua orang. Dan senangnya gak cuma buat aku ternyata, tapi buat orang-orang yang laporan, ‘kak makasih udah bikin NBJ’,” tambahnya.
Setiap lagu dikemas dengan ciri khas NBJ Version. Di sini, lagu bukan sekadar deretan nada, melainkan wadah bagi rasa. Sebab bagi mereka, sebuah lagu tidak akan benar-benar bercerita tanpa keterlibatan jiwa dari setiap orang yang menyuarakannya.
“Kita punya sesi temukan rasa. Kita gak cuma nyanyi bagusan-bagusan, tapi we sing dengan rasa. Misalkan lagunya kemarin sama The Lantis, Bunga Maaf. Promnya adalah ‘kata maaf kepada siapa sih yang belum sempat kamu utarakan?’ Nah jadi mereka tulis, kemudian nanti pas sesi itu kita pilih beberapa untuk dibacakan atau orangnya sharing sendiri,” ujar Gladys.
Dari sini, setiap orang yang datang bisa merasa saling menemani dan punya cerita relate dengan orang lain yang melakukan sharing, sehingga lagu yang akan dibawakan pun akan mempunyai rasa yang sama dan utuh.
Menuju Klimaks yang Baru
Ketika ditanya jika NBJ adalah sebuah lagu dan perjalanannya sudah sampai mana? Meda dan Gladys merasa NBJ baru sampai di tahap pre-chorus—sebuah jembatan dari verse menuju chorus yang masih sangat awal. Sementara itu, Jusuf mengatakan NBJ masih berjalan di intro. Banyak hal ke depannya yang akan lebih mengejutkan dengan improvisasi dan aransemen-aransemen yang menakjubkan untuk terjadi.
Baca Juga: Di Gang Sempit, River Ranger Jakarta Ajarkan Prinsip Sustainable Living Tanpa Menggurui
Layaknya musik jazz yang penuh dengan surprise namun terarah, NBJ akan mencoba merambah ke minat-minat lain di luar harmonisasi suara. Cluenya sudah muncul. Akan ada titik-titik yang terisi setelah huruf N yang sebelumnya "Nyanyi" untuk melengkapi namanya menjadi adik dari Nyanyi Bareng Jakarta.
“Semoga semakin banyak orang yang bisa mendapatkan obat paling ringan, yaitu hati yang gembira. Nggak cuma berkumpul lewat nyanyi, tapi berkumpul lewat interest-interest lainnya juga,” harap Gladys.
Intinya, malam itu di Sarinah, saat harmonisasi terakhir memudar di udara Jakarta, saya menyadari mengapa saya begitu menikmati liputan ini. Bukan hanya karena saya seorang anak paduan suara yang merindukan panggung, tetapi karena saya menyaksikan bagaimana sebuah kota yang sibuk dan dingin bisa mendadak hangat hanya karena orang-orangnya sepakat untuk bernyanyi bersama.
Seperti kutipan lagu Nadhif Basalamah yang disebut Meda untuk menggambarkan NBJ: "kota ini tak sama tanpamu". Dan bagi saya, Jakarta sore itu terdengar jauh lebih merdu. Jika kamu ingin merasakah vibes yang sama untuk menemukan ketenangan dan rumah sehangat pelukan di Jakarta, kamu bisa pantau terus Instagram mereka di @nyanyi.barengjkt.
(Reporter: Vicka Rumanti)
Berita Terkait
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka
-
Komunitas Bermain: Ruang Sederhana di Tengah Kota yang Mengembalikan Masa Kecil Saya
-
Di Tengah Ramainya Malioboro, Komunitas Andong Ini Terhubung Lewat Selapan
-
Promo hingga Fun Run Ramaikan Helloversary ke-4 Hello Store
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna
-
Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
-
5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker, Seri 530 Jadi 800 Ribuan
-
5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Kulkas Mini Paling Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Hemat Listrik dan Tempat
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
-
3 Sandal Crocs Diskon 70 Persen di Sports Station, Bisa Hemat Ratusan Ribu!
-
Rahasia Atasi Mesin Cuci Bergoyang dan Berisik di Rumah, Tanpa Panggil Tukang Servis
-
4 Zodiak Paling Hoki yang Bakal Panen Cuan dan Peluang Emas pada 26 Juni 2026