Lifestyle / Male
Rabu, 13 Mei 2026 | 12:35 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/3/2025). (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf mencoret lebih dari 11 ribu penerima bansos karena terindikasi terlibat judi online pada 2026.
  • Langkah tegas tersebut dilakukan Kemensos melalui kerja sama dengan PPATK untuk memantau transaksi keuangan para penerima bantuan.
  • Kebijakan ini berhasil menurunkan angka penyalahgunaan secara signifikan guna menjaga integritas dan efektivitas program bantuan sosial negara.

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, baru saja mencoret 11 ribu penerima bantuan sosial (bansos). 11 ribu penerima bansos itu dicoret lantaran terindikasi bermain judi online (judol).

Menurut pernyataan Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan pada 12 Mei 2026, pencoretan tersebut dilakukan secara permanen. Pada triwulan pertama 2026, lebih dari 11.000 KPM dicoret, dan di triwulan kedua menyisakan 75 KPM yang juga langsung dihapus dari daftar.

Angka ini jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya, di mana Kemensos menemukan sekitar 571 ribu hingga 600 ribu penerima bansos terindikasi terlibat judol, dengan total transaksi mencapai Rp957 miliar.

Langkah ini bukan tanpa dasar. Kerja sama dengan PPATK dan lembaga keuangan memungkinkan pemantauan transaksi rekening penerima bansos. Beberapa kasus ekstrem bahkan menunjukkan penerima bansos melakukan transaksi judol hingga miliaran rupiah.

Gus Ipul menegaskan bahwa bansos adalah uang negara yang harus digunakan untuk kesejahteraan, bukan untuk perjudian yang merusak ekonomi keluarga dan masyarakat.

Di balik ketegasan ini, muncul pertanyaan publik tentang latar belakang pribadi Mensos sendiri. Termasuk harta kekayaan Saifullah Yusuf.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Saifullah Yusuf tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar Rp29,8 miliar.

Harta terbesarnya berasal dari tanah dan bangunan, termasuk aset di Jakarta Selatan bernilai Rp18,9 miliar. Ditambah beberapa kendaraan mewah senilai Rp274 juta.

Kekayaan ini berasal dari karier panjangnya sebagai politisi, mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, dan pengusaha.

Baca Juga: Profil Saifullah Yusuf, Mensos yang Tegas Coret 11 Ribu Penerima Bansos karena Main Judol

Bagi sebagian kalangan, kekayaan Mensos yang tergolong tinggi justru menjadi modal keberaniannya dalam membersihkan bansos dari penyalahgunaan.

Sebagai figur publik dengan latar belakang NU dan pengalaman pemerintahan yang matang, Gus Ipul dianggap tidak perlu “main aman” demi popularitas.

Ia memilih kebijakan yang mungkin kontroversial tapi diperlukan untuk menjaga integritas program sosial pemerintah.

Dampak dan Respons Publik

Pencoretan permanen ini menuai respons beragam. Di satu sisi, banyak yang mendukung karena judol online telah menjadi masalah nasional yang menghancurkan rumah tangga miskin.

Data menunjukkan penurunan signifikan kasus penyalahgunaan bansos untuk judol, dari ratusan ribu menjadi ribuan saja. Ini menandakan efek jera yang kuat.

Load More