- Menteri Sosial Saifullah Yusuf mencoret lebih dari 11 ribu penerima bansos karena terindikasi terlibat judi online pada 2026.
- Langkah tegas tersebut dilakukan Kemensos melalui kerja sama dengan PPATK untuk memantau transaksi keuangan para penerima bantuan.
- Kebijakan ini berhasil menurunkan angka penyalahgunaan secara signifikan guna menjaga integritas dan efektivitas program bantuan sosial negara.
Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, baru saja mencoret 11 ribu penerima bantuan sosial (bansos). 11 ribu penerima bansos itu dicoret lantaran terindikasi bermain judi online (judol).
Menurut pernyataan Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan pada 12 Mei 2026, pencoretan tersebut dilakukan secara permanen. Pada triwulan pertama 2026, lebih dari 11.000 KPM dicoret, dan di triwulan kedua menyisakan 75 KPM yang juga langsung dihapus dari daftar.
Angka ini jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya, di mana Kemensos menemukan sekitar 571 ribu hingga 600 ribu penerima bansos terindikasi terlibat judol, dengan total transaksi mencapai Rp957 miliar.
Langkah ini bukan tanpa dasar. Kerja sama dengan PPATK dan lembaga keuangan memungkinkan pemantauan transaksi rekening penerima bansos. Beberapa kasus ekstrem bahkan menunjukkan penerima bansos melakukan transaksi judol hingga miliaran rupiah.
Gus Ipul menegaskan bahwa bansos adalah uang negara yang harus digunakan untuk kesejahteraan, bukan untuk perjudian yang merusak ekonomi keluarga dan masyarakat.
Di balik ketegasan ini, muncul pertanyaan publik tentang latar belakang pribadi Mensos sendiri. Termasuk harta kekayaan Saifullah Yusuf.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Saifullah Yusuf tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar Rp29,8 miliar.
Harta terbesarnya berasal dari tanah dan bangunan, termasuk aset di Jakarta Selatan bernilai Rp18,9 miliar. Ditambah beberapa kendaraan mewah senilai Rp274 juta.
Kekayaan ini berasal dari karier panjangnya sebagai politisi, mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, dan pengusaha.
Baca Juga: Profil Saifullah Yusuf, Mensos yang Tegas Coret 11 Ribu Penerima Bansos karena Main Judol
Bagi sebagian kalangan, kekayaan Mensos yang tergolong tinggi justru menjadi modal keberaniannya dalam membersihkan bansos dari penyalahgunaan.
Sebagai figur publik dengan latar belakang NU dan pengalaman pemerintahan yang matang, Gus Ipul dianggap tidak perlu “main aman” demi popularitas.
Ia memilih kebijakan yang mungkin kontroversial tapi diperlukan untuk menjaga integritas program sosial pemerintah.
Dampak dan Respons Publik
Pencoretan permanen ini menuai respons beragam. Di satu sisi, banyak yang mendukung karena judol online telah menjadi masalah nasional yang menghancurkan rumah tangga miskin.
Data menunjukkan penurunan signifikan kasus penyalahgunaan bansos untuk judol, dari ratusan ribu menjadi ribuan saja. Ini menandakan efek jera yang kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci