- Tenaga medis menyarankan ibu hamil menghindari riasan wajah tebal saat bersalin.
- Tujuannya guna memudahkan pemantauan tanda vital kesehatan.
- Penggunaan kosmetik dan cat kuku dapat menghalangi akurasi alat medis dalam mendeteksi kadar oksigen serta sianosis ibu.
Suara.com - Momen persalinan adalah salah satu peristiwa paling bersejarah dalam hidup seorang wanita.
Di era media sosial saat ini, muncul tren "maternity glam" di mana para ibu ingin tetap terlihat segar dan cantik saat menyambut sang buah hati, terutama untuk dokumentasi foto dan video pertama pasca-melahirkan.
Namun, di balik keinginan untuk tampil camera-ready, muncul pertanyaan penting dari sisi medis: Bolehkah ibu hamil memakai make up untuk persalinan?
Secara psikologis, merasa cantik dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan energi positif bagi ibu yang akan menghadapi kontraksi hebat.
Namun, sebagian besar tenaga medis, baik dokter kandungan maupun bidan, menyarankan agar ibu hamil tidak menggunakan kosmetik yang berlebihan saat masuk ke ruang persalinan.
Mengutip dari laman kesehatan Alodokter, alasan utama pelarangan penggunaan make up yang tebal bukan karena bahan kimianya semata, melainkan karena fungsi klinis dari kulit dan kuku sebagai indikator kondisi kesehatan ibu selama proses persalinan.
Mengapa Dokter Menyarankan Wajah "Polos" saat Melahirkan?
Berikut adalah beberapa alasan krusial mengapa Anda sebaiknya mempertimbangkan kembali penggunaan make up lengkap sebelum persalinan:
1. Pemantauan Kadar Oksigen (Saturasi)
Baca Juga: Intip 5 Fasilitas Mewah RS JWCC Asih Tempat Alyssa Daguise Melahirkan
Salah satu alat yang paling penting saat persalinan adalah pulse oximeter, sebuah alat kecil yang dijepitkan di ujung jari untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.
Hello Sehat menjelaskan bahwa penggunaan cat kuku (nail polish) atau kuku palsu (gel/acrylic) dapat menghalangi sensor alat ini, sehingga hasil pembacaan oksigen menjadi tidak akurat.
Hal ini sangat berisiko, terutama jika terjadi komplikasi yang membutuhkan penanganan cepat.
2. Deteksi Sianosis (Kekurangan Oksigen)
Dokter dan perawat memantau kondisi ibu tidak hanya melalui mesin, tetapi juga observasi fisik. Warna bibir dan rona kulit adalah indikator alami.
Jika bibir atau ujung jari mulai membiru (sianosis), itu pertanda ibu kekurangan oksigen. Penggunaan lipstik yang tebal atau foundation yang menutupi warna asli kulit dapat menyamarkan tanda-tanda vital ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
7 Sepatu Lari Diskon di Foot Locker, Potongan Harga hingga 30 Persen
-
Ramalan Zodiak Juli 2026 Lengkap, Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini?
-
Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah
-
Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Bintang Ini Juaranya
-
5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
-
Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli
-
3 Sepatu Trail Running Lokal Terbaik, Ini Harga dan Review Pembeli setelah Dipakai
-
Mengenal XERF, Perawatan Pengencang Kulit Terbaru yang Minim Downtime
-
Moisturizer Apa yang Bikin Wajah Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
-
4 Cushion Wardah yang Terbukti Laris untuk Base Makeup Flawless, Lengkap Harga dan Review