Lifestyle / Komunitas
Minggu, 17 Mei 2026 | 08:27 WIB
Rupiah dengan dolar (Freepik/8photo)
Baca 10 detik
  • Dampak Rupiah melemah mulai mengancam sektor pertanian dan peternakan di pedesaan.

  • Harga bahan baku impor memicu kenaikan sembako di pasar-pasar desa.

  • Biaya logistik dan operasional nelayan membengkak akibat pelemahan kurs Rupiah.

Dolar yang kuat membuat biaya energi global membengkak.

Dampaknya, ongkos pengiriman barang dari kota ke desa ikut naik.

Akibatnya, barang-barang kelontong yang dijual di warung-warung desa bakal lebih mahal dibandingkan di kota karena ada tambahan biaya logistik yang terimbas kurs.

4. Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Terancam

Alat kesehatan di Puskesmas hingga buku-buku sekolah seringkali mengandung komponen impor.
Jika Rupiah melemah, anggaran desa atau pemerintah daerah untuk pengadaan alat medis bisa membengkak.

Ujung-ujungnya, kualitas layanan kesehatan bagi warga miskin di pelosok bisa terganggu.

5. Nasib UMKM dan Nelayan

Nelayan di desa juga butuh solar dan suku cadang mesin kapal. Banyak dari komponen mesin ini adalah barang impor.

Begitu juga dengan pengrajin di desa yang menggunakan alat bantu mesin. Kenaikan harga suku cadang akibat dolar yang menggila bisa membuat usaha kecil di desa terancam gulung tikar.

Baca Juga: 5 Rekomendasi HP OPPO RAM Besar 2026, Cocok untuk Gaming hingga Multitasking

Load More