Bisnis / Makro
Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB
OJK sedang memproses seleksi jajaran direksi Bursa Efek Indonesia periode mendatang melalui mekanisme penilaian kemampuan dan kepatutan. [Antara]
Baca 10 detik
  • Pemerintah menetapkan cuti bersama pada 15 Mei 2026, menyebabkan Bursa Efek Indonesia libur selama empat hari berturut-turut.
  • IHSG merosot 1,98% ke posisi 6.723 pada 13 Mei 2026 akibat aksi jual masif terkait rebalancing indeks MSCI.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp17.600 per dolar AS memicu kekhawatiran kenaikan harga barang kebutuhan pokok masyarakat.

Suara.com - Pemerintah secara resmi menetapkan hari Jumat, 15 Mei 2026, sebagai hari cuti bersama dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus.

Kebijakan libur nasional dan cuti bersama ini berlaku secara menyeluruh bagi instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, hingga pelaku di industri finansial, termasuk pasar modal dalam negeri.

Sementara, hari ini, Minggu 17 Mei 2026 adalah hari libur reguler. Bagi para pelaku pasar dan investor yang memantau aktivitas operasional di Bursa Efek Indonesia (BEI), perdagangan saham dipastikan sedang berhenti untuk sementara waktu.

Hari ini, Minggu (17/5/2026), aktivitas bursa masih dalam masa libur akhir pekan, mengakhiri rangkaian libur panjang (long weekend) yang berlangsung sejak pertengahan pekan.

Jadwal Operasional BEI Pasca Libur Panjang

Berdasarkan pengumuman resmi yang dirilis oleh otoritas bursa, BEI menghentikan sementara aktivitas perdagangan dalam rangka memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026. Penutupan tersebut berlanjut pada Jumat, 15 Mei 2026, sejalan dengan keputusan cuti bersama dari pemerintah.

Berhentinya aktivitas transaksi selama dua hari kerja berurutan ditambah libur akhir pekan membuat pasar saham domestik jeda selama empat hari penuh. Perdagangan saham di BEI dijadwalkan akan kembali dibuka normal pada Senin, 18 Mei 2026.

Bagi para investor yang bersiap melakukan transaksi esok hari, jadwal perdagangan saham akan dimulai sesuai regulasi biasa. Sesi I akan berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan Sesi II pada pukul 13.30 hingga 15.49 WIB.

IHSG Babak Belur Menjelang Jeda Libur

Baca Juga: Rupiah Terjun Bebas ke Level 17.500 Industri Otomotif Terancam Kehilangan Konsumen

Meskipun para pelaku pasar menikmati libur panjang, kondisi pasar saham domestik justru sedang diselimuti awan mendung. Tepat sebelum libur dimulai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sangat tajam pada perdagangan Rabu (13/5/2026).

IHSG mencatatkan penurunan drastis hingga 135 poin atau terkoreksi 1,98%, yang melemparkan indeks ke posisi 6.723. Angka penutupan ini menjadi catatan minor karena mencerminkan level terendah baru IHSG dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir.

Koreksi dalam ini dipicu oleh kepanikan pasar setelah adanya keputusan rebalancing dari MSCI Global Standard Indexes. Penghapusan sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap) dari indeks acuan internasional tersebut memicu aksi jual masif.

Beberapa saham yang menjadi motor utama pelemahan indeks antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatama Sentosa Tbk (DSSA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Tidak hanya itu, tekanan juga meluas ke saham-saham big cap lain seperti MORA, MLPT, dan AALI.

Ditinjau dari performa sektoral, sektor material dasar menjadi klaster yang paling menderita dengan kejatuhan mencapai 4,43%. Sektor infrastruktur mengekor di zona merah dengan penurunan 2,72%.

Sektor-sektor strategis lainnya seperti energi, teknologi, keuangan, serta konsumer baik primer maupun nonprimer juga kompak tertekan. Meski begitu, sektor transportasi berhasil melawan arus dengan melonjak signifikan sebesar 4,89%, ditemani sektor industri yang menguat 1,26%.

Load More