Lifestyle / Komunitas
Minggu, 17 Mei 2026 | 14:25 WIB
Keutamaan Bulan Dzulhijjah. (Pexels)
Baca 10 detik
  • Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunnah pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah 1447 H mulai 18 Mei 2026.
  • Amalan puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sangat dicintai Allah dan memiliki keutamaan pahala yang berlipat ganda.
  • Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah memiliki keistimewaan khusus untuk menghapus dosa setahun yang lalu dan akan datang.

Niat Puasa Dzulhijjah:

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta’ala.”

2. Waktu: Mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari (maghrib). Sahur dianjurkan meski bukan wajib.

3. Hal yang Membatalkan: Makan, minum, berhubungan suami-istri, dan segala yang membatalkan puasa wajib lainnya. Jaga lisan, pandangan, dan perilaku agar puasa bernilai ibadah sempurna.

4. Sunnah Lainnya: Perbanyak dzikir, takbir, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan shalat sunnah. Takbir mutlaq (“Allahu Akbar”) sangat dianjurkan sejak 1 Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyriq.

Puasa Dzulhijjah bersifat sunnah, sehingga boleh dilakukan secara berturut-turut selama 9 hari atau memilih hari-hari tertentu sesuai kemampuan, asal tidak meninggalkan Puasa Arafah. Bagi yang sedang sakit, bepergian jauh, atau memiliki uzur syar’i, boleh tidak berpuasa tanpa mengganti.

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah momentum emas bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Mulailah persiapan sejak sekarang dengan niat ikhlas, perbanyak doa, dan amalkan puasa sunnah sesuai jadwal.

Load More